Investor Asing Serbu Saham BRMS TLKM hingga ANTM Net Buy Tembus Rp1,3 Triliun 4 Hari

JurnalLugas.Com – Arus modal asing kembali membanjiri Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan perdagangan 10 hingga 13 Juni 2025. Berdasarkan data yang dirilis BEI dan diakses Minggu (15/6/2025), investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,3 triliun, membalik tren jual bersih sebesar Rp4,70 triliun yang terjadi pada minggu sebelumnya.

Kembalinya minat asing terhadap pasar saham domestik ini turut mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang naik 0,74 persen dan ditutup di level 7.166,06 pada akhir pekan.

Bacaan Lainnya

BRMS Pimpin Daftar Incaran Asing

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi magnet utama bagi investor global. Dalam empat hari perdagangan, BRMS mencatatkan net buy terbesar sebesar Rp737,6 miliar. Tak hanya itu, harga saham BRMS juga terbang 21,08 persen ke level Rp494 per saham.

Baca Juga  Awal Agustus IHSG Berfluktuasi Ini Saham Pilihan Cuan

Telkom dan Bank Mandiri Masih Dilirik

Meski mencatat koreksi harga, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tetap menjadi buruan investor asing, dengan nilai beli bersih mencapai Rp464,1 miliar. Saham TLKM mengalami penurunan 3,52 persen ke posisi Rp2.740.

Saham perbankan, khususnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), tak luput dari radar investor asing. BMRI mencatat net buy Rp388 miliar dan mencatat kenaikan harga 1,98 persen menjadi Rp5.150 per saham.

ANTM dan BKSL Jadi Alternatif Baru

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga diborong asing meski harga sahamnya melemah 8,08 persen ke Rp3.300, dengan nilai beli bersih Rp364,2 miliar.

Menariknya, saham properti PT Sentul City Tbk (BKSL) mencuri perhatian dengan net buy asing Rp155,9 miliar. Saham BKSL melesat 22,33 persen ke harga Rp126 per saham, menandakan sektor properti mulai mendapat sentimen positif dari pemodal asing.

Baca Juga  IHSG Loyo Tengah Sikap Wait and See Investor Pidato The Fed

Aksi beli bersih investor asing yang signifikan sepanjang pekan perdagangan pertengahan Juni 2025 menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas dan prospek pasar modal Indonesia. Saham-saham sektor tambang, telekomunikasi, perbankan, hingga properti berhasil menarik perhatian, menjadi sinyal bahwa rotasi sektor tengah terjadi di tengah dinamika ekonomi global.

Baca berita ekonomi dan investasi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait