Elite Golkar Jokowi Mau Gabung Partai Mana Saja Bebas Tapi Harus Bicara Dulu

JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menentukan ke partai mana dirinya akan berlabuh setelah masa jabatannya selesai. Dua partai yang santer disebut siap menampung Jokowi adalah Partai Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Ya, tergantung Pak Jokowi saja, Pak Jokowi mau masuk ke partai mana, mau berdiam di ‘rumah’ yang mana. Kalau mau di PSI ya monggo, kalau mau masuk Golkar ya tentu Pak Jokowi mesti berkomunikasi kepada kami,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2025).

Bacaan Lainnya

Sarmuji menegaskan bahwa meski Golkar membuka pintu, prosedur komunikasi tetap diperlukan. Ia menekankan bahwa Partai Golkar bersifat aktif dalam rekrutmen politik dan terbuka bagi siapa saja, termasuk mantan presiden.

“Wong rakyat biasa saja, RT saja kita terima apalagi mantan presiden, pasti pintu kita terbuka,” tambah Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.

Baca Juga  Prabowo Ngamuk “Saya Tidak Dikendalikan Jokowi, Pemerintahan Ini Independen

Golkar: Partai Terbuka, Bukan Milik Keluarga

Sinyal terbukanya Partai Golkar juga sebelumnya ditegaskan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, pada Desember 2024. Ia menyebut bahwa Golkar adalah partai rakyat, bukan milik keluarga ataupun dikuasai pemegang saham terbesar seperti beberapa partai lainnya.

“Golkar ini partai rakyat, bukan milik keluarga dan tidak ada pemegang saham terbesar,” ujar Idrus di Jakarta.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa siapa pun, termasuk tokoh sebesar Jokowi, bisa berkontribusi dan mendapat ruang di internal Golkar selama memiliki komitmen untuk membesarkan partai.

PSI Siap Usung Jokowi Jadi Ketua Umum

Sementara itu, dari kubu PSI, dukungan terhadap Jokowi bahkan lebih eksplisit. Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, menyatakan bahwa Jokowi layak menjadi calon Ketua Umum PSI. Pernyataan ini disampaikan William pada Jumat (16/5), menyebut rekam jejak kepemimpinan Jokowi sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta sebagai alasan utama.

“Pak Jokowi yang kerja nyatanya sudah kami rasakan sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta patut menjadi calon Ketua Umum PSI,” kata William dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Erick Thohir Perkenalkan CEO TikTok Shou Zi Chew dan YouTube Neal Mohan ke Jokowi Potensi Investasi Rp4500 Triliun

Pilihan di Tangan Jokowi

Meski banyak partai memberikan sinyal positif, keputusan akhir tetap berada di tangan Jokowi. Sarmuji yakin bahwa mantan Wali Kota Solo itu akan mempertimbangkan dengan matang manfaat dan risiko dari langkah politik yang akan diambilnya.

“Pak Jokowi saya yakin akan mengkalkulasi manfaat dan mudaratnya kalau beliau berpartai, baik kemanfaatan untuk diri beliau maupun kemanfaatan untuk bangsa,” pungkasnya.

Dengan semakin terbukanya wacana politik pasca kepemimpinan Jokowi, publik kini menanti arah langkah politik sang presiden. Apakah ia akan memilih rumah politik lama, partai baru, atau justru menciptakan poros baru? Jawaban sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com untuk berita politik nasional terbaru.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait