Jokowi Diisukan Jadi Ketum PSI PDIP Sudah Bukan Urusan Kami Lagi

JurnalLugas.Com – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, menanggapi santai isu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut berpotensi menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, langkah politik Jokowi kini sepenuhnya menjadi urusan partai lain, bukan lagi PDIP.

“Itu urusannya partai, otonomi masing-masing. Silakan saja. Kita tidak ngurus,” ujar Djarot saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Djarot menegaskan bahwa Jokowi bukan lagi bagian dari PDIP. Ia menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah resmi diberhentikan dari keanggotaan PDIP, sehingga langkah politik apapun yang ditempuh bukan tanggung jawab partai berlambang banteng tersebut.

“Kan dia juga bukan kader PDI Perjuangan. Kan sudah dipecat. Jadi silakan. Oke,” tandasnya.

Baca Juga  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Bakal Diganti Ini Kata Puan Maharani

Wacana Jokowi menjadi Ketua Umum PSI mencuat usai adanya sinyal terbuka dari PSI sendiri. Partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, membuka peluang bagi sang presiden jika ingin masuk ke dalam jajaran teratas kepengurusan partai. Namun, syarat utama yang harus dipenuhi adalah Jokowi harus lebih dulu bergabung sebagai kader.

Isu ini semakin menguat karena kedekatan Jokowi dengan PSI terlihat cukup intens, terutama menjelang Pemilu 2024 lalu. Jokowi beberapa kali hadir dalam agenda politik PSI, bahkan memberikan dukungan terbuka terhadap arah politik partai tersebut.

Menanggapi itu, Djarot tetap konsisten menyatakan sikap PDIP yang tidak akan mencampuri urusan internal partai lain. Ia menyebut setiap partai memiliki kedaulatan dan independensi dalam menentukan arah organisasi, termasuk pemilihan ketua umum.

“Kalau PSI ingin mengangkat siapa pun sebagai ketua umum, itu hak mereka. Kita tidak dalam posisi ikut campur,” ucapnya.

Baca Juga  Puan Maharani PDIP Mikir Usung Kaesang Pangarep di Pilkada Jateng

Sementara itu, Jokowi sendiri belum memberikan kepastian. Saat dimintai komentar, ia mengaku masih mempertimbangkan secara matang peluang jika maju sebagai calon ketua umum PSI.

“Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah,” ujar Jokowi, Rabu (14/5/2025).

Pernyataan Jokowi itu memperlihatkan ia belum mengambil keputusan final, meski sinyal dukungan dari internal PSI cukup kuat. Jika benar maju, maka langkah Jokowi bisa memperkuat PSI sekaligus memanaskan konstelasi politik nasional pasca kepemimpinannya di pemerintahan.

Baca berita politik terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait