Jam Kiamat Israel Masih Aktif Serangan IDF ke Teheran Gagal Total Trump Gusar

JurnalLugas.Com — Ketegangan antara Israel dan Iran memuncak usai serangan udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menyasar ibu kota Teheran gagal menghancurkan “Jam Kiamat Israel”, ikon simbolik yang selama ini dikaitkan dengan ramalan kehancuran Zionis oleh Iran.

Jam digital raksasa itu, terletak di Palestine Square, Teheran, telah menghitung mundur sejak 2017 menuju tahun 2040, tahun yang diklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai “akhir dari rezim Zionis”.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah pidato pada 2016, Khamenei pernah menyatakan, “Saya percaya, dengan izin Tuhan, Israel tidak akan bertahan lebih dari 25 tahun.”

Namun, klaim kemenangan IDF dalam serangan ke pusat kota Teheran justru dipatahkan oleh rekaman video yang dirilis kantor berita Mehr, Rabu (25/6/2025). Dalam tayangan tersebut, terlihat jam penghitung waktu masih berdiri tegak dan berfungsi normal dengan angka merah menyala menunjukkan waktu mundur ke tahun 2040.

Baca Juga  Sukamta, Hari Ini Venezuela, Besok Bisa Negara Lain, AS Ancaman Baru Politik Global

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut serangan tersebut sebagai “pukulan besar terhadap simbol perlawanan Iran”. Melalui akun X miliknya, ia menulis, “Atas instruksi Perdana Menteri Netanyahu dan saya, IDF melancarkan serangan paling kuat terhadap fasilitas rezim Iran di jantung Teheran.”

Namun video yang beredar menjadi bukti bahwa target utama, yakni “Jam Kiamat”, masih utuh. Hal ini membuat pernyataan Israel dipertanyakan oleh komunitas internasional dan memantik gelombang simpati di dunia Muslim.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Meski begitu, eskalasi tetap berlangsung. Pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi di garis depan konflik.

Baca Juga  Trump Klaim Serangan Udara AS ke Iran Berhasil Total, Iran Ngomong Gini

Analis Timur Tengah, Reza Fahimi, menyatakan, “Kegagalan Israel menghancurkan simbol paling strategis Iran menunjukkan titik lemah strategi ofensif mereka. Ini bisa mempercepat narasi kehancuran Zionis yang selama ini dihembuskan Teheran.”

Ketegangan yang tak kunjung mereda ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan dan berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap pasar energi global. Harga minyak diperkirakan akan melonjak jika konflik melebar ke negara penghasil minyak utama lainnya.

Untuk informasi geopolitik dan keamanan internasional terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait