JurnalLugas.Com — Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mempersempit defisit neraca perdagangan sektor energi. Salah satu langkah strategis terbaru datang melalui kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan raksasa energi asal Amerika Serikat, ExxonMobil.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kedua perusahaan tengah menjajaki peningkatan volume impor minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat. Kerja sama ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang Indonesia untuk mendukung transisi energi, hilirisasi industri, dan pencapaian target emisi nol bersih atau net-zero emission.
“Pemerintah menilai sinergi dengan pelaku usaha global seperti ExxonMobil menjadi kunci pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global,” ujar Airlangga dalam pertemuan dengan CEO baru ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Komitmen Investasi Rp161 Triliun untuk Proyek Petrokimia dan CCS
Dalam kesempatan yang sama, ExxonMobil juga menyampaikan komitmen investasi sebesar USD10 miliar atau sekitar Rp161,93 triliun (berdasarkan kurs Rp16.193 per USD). Dana tersebut akan difokuskan untuk pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi dengan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) di Pulau Jawa.
Fasilitas CCS tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebelum tahun 2030, dengan kapasitas awal penyimpanan karbon sebesar 2 juta ton CO₂ per tahun. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya akan berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja selama masa konstruksi dan sekitar 600 pekerjaan tetap dengan keterampilan tinggi setelah operasional penuh.
CEO ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, memaparkan bahwa pihaknya tengah dalam tahap lanjutan perencanaan investasi dan menjajaki langkah konkret untuk realisasi proyek. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia terhadap seluruh inisiatif energi yang telah dan akan dilaksanakan oleh ExxonMobil.
Turut hadir dalam pertemuan strategis ini, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, yang mendampingi Menko Airlangga.
Langkah ini mempertegas komitmen Indonesia untuk menjalin kemitraan global yang berorientasi pada keberlanjutan dan transformasi energi hijau, sekaligus mengokohkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri energi masa depan.






