Harga Minyak Dunia Naik Dua Hari Berturut Usai Trump Umumkan Tarif Baru

JurnalLugas.Com — Harga minyak mentah dunia kembali mencatat kenaikan untuk hari kedua, didorong keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memberlakukan tarif impor sebesar 30% terhadap produk dari Uni Eropa dan Meksiko. Kebijakan itu diumumkan pada akhir pekan lalu dan memicu ketidakpastian pasar menjelang pernyataan penting Trump terkait Rusia.

Mengutip data perdagangan Senin pagi (14/7), harga minyak Brent untuk kontrak September naik 0,4% menjadi US\$70,63 per barel pada pukul 06.20 waktu Singapura. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat 0,3% ke level US\$68,68 per barel. Sehari sebelumnya, Brent telah melonjak 2,5% dan sempat menembus level US\$71 per barel.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Trump Kembali Koar-koar Serang Pembangkit Listrik & Jembatan Iran

Presiden Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif baru tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus. Pernyataan itu sekaligus menutup harapan pelaku pasar akan adanya kompromi diplomatik di menit-menit terakhir.

“Langkah ini menciptakan tekanan tambahan terhadap permintaan global, di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda,” ujar analis energi dari Global Trading Network, R. Morgan, dalam catatan pasar pagi ini.

Kekhawatiran investor kian meningkat karena Gedung Putih disebut tengah menyiapkan serangkaian kebijakan tarif unilateral terhadap negara-negara yang dianggap “tidak lagi sejalan” dengan agenda perdagangan AS. Isu terbaru menyebutkan Trump sedang mempertimbangkan pengenaan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Seorang pejabat senior Gedung Putih yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Presiden Trump tengah “menimbang berbagai opsi kuat” untuk merespons keterlibatan negara-negara seperti China dan India dalam pembelian energi dari Rusia.

Baca Juga  Operasi Sindoor Tahan Pakistan Respons Keras India Usai Serangan Teroris di Kashmir

Rancangan undang-undang yang telah didukung oleh lebih dari 85 senator bahkan mengusulkan tarif hingga 500% bagi negara-negara yang tetap menjalin kerja sama energi dengan Moskow.

Sinyal kebijakan perdagangan agresif ini turut menjadi katalis utama pergerakan harga minyak dunia. Analis menilai pasar masih akan bergerak volatil dalam beberapa hari ke depan, sambil menanti kejelasan dari pernyataan resmi Presiden Trump yang dijadwalkan disampaikan minggu ini.

Baca berita lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait