Trump Ancam Cabut Kewarganegaraan Rosie O’Donnell Direspons Sindiran Pedas Soal Epstein

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan publik internasional setelah melontarkan pernyataan mengejutkan terkait aktris sekaligus aktivis Rosie O’Donnell. Dalam sebuah pernyataan yang viral di platform media sosialnya, Trump mengisyaratkan kemungkinan mencabut status kewarganegaraan Amerika Serikat yang dimiliki O’Donnell, menyusul kepindahan sang aktris ke Irlandia.

Trump menyebut, “Jika seseorang membenci negaranya sendiri, lalu memilih tinggal di negara lain, tentu saja kita bisa mempertimbangkan ulang kewarganegaraannya.” Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, publik segera mengaitkan pernyataan tersebut dengan Rosie O’Donnell yang secara terbuka dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Trump.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Elon Musk Kebelet Jadi Presiden Dirikan America Party untuk Tanding di 2028

Menanggapi pernyataan tersebut, Rosie O’Donnell langsung bereaksi di akun media sosialnya. Ia menyebut Trump sebagai “kriminal” dan “ancaman nyata bagi bangsa ini”. Tidak hanya itu, O’Donnell juga kembali mengangkat isu lama terkait keterkaitan Trump dengan mendiang Jeffrey Epstein, tokoh kontroversial yang tersangkut kasus perdagangan manusia dan pelecehan seksual.

“Orang seperti dia seharusnya tidak berbicara soal patriotisme apa yang dilakukan dengan Epstein saja belum tuntas dijelaskan,” tulis O’Donnell dalam unggahannya.

Isu ini memicu perdebatan luas di kalangan politisi, aktivis hak sipil, serta masyarakat umum. Beberapa ahli hukum menyebut wacana pencabutan kewarganegaraan seseorang yang lahir di AS tanpa dasar hukum yang kuat berpotensi melanggar konstitusi.

Sementara itu, pengamat politik dari Georgetown University, M. Kessler, mengatakan bahwa pernyataan Trump kemungkinan besar dimaksudkan sebagai retorika politik menjelang pemilu. “Ini bukan kali pertama Trump menggunakan pendekatan konfrontatif terhadap tokoh publik yang menentangnya. Tujuannya untuk memperkuat basis pemilih yang nasionalis,” ujarnya.

Baca Juga  Strategi Donald Trump Tekan Ekonomi Maksimum ke Iran untuk Kesepakatan Nuklir Baru

Kasus ini juga membuka kembali diskusi publik soal kebebasan berekspresi dan penyalahgunaan kekuasaan. Di tengah tensi politik yang kian memanas menjelang pemilu mendatang, manuver-manuver seperti ini diprediksi akan semakin sering terjadi.

Untuk berita politik internasional lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait