Elon Musk Kebelet Jadi Presiden Dirikan America Party untuk Tanding di 2028

JurnalLugas.Com – Elon Musk, miliarder eksentrik asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai bos Tesla, SpaceX, dan platform X (dulu Twitter), kembali membuat gebrakan—kali ini di panggung politik. Ia secara terbuka menyatakan pendirian partai politik baru bernama America Party atau Partai Amerika, yang memicu spekulasi kuat bahwa ia tengah mempersiapkan diri maju sebagai calon presiden AS.

“Rasio 2 banding 1 menunjukkan Anda ingin partai baru, dan sekarang Anda akan mendapatkannya!” tulis Musk dalam unggahan di X, sehari setelah melakukan jajak pendapat kepada jutaan pengikutnya soal dukungan terhadap pembentukan partai baru.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu tak berdiri sendiri. Dalam sejumlah tanggapan lain, Musk menyiratkan bahwa America Party akan mengusung semangat reformasi politik total, dengan tujuan mengembalikan kekuasaan ke tangan rakyat. Meski belum menyatakan diri secara eksplisit sebagai calon presiden, banyak analis menilai langkah ini sebagai strategi awal menuju Pilpres AS 2028.

Target Kuasai Kursi Kongres

Dalam pernyataannya, Musk mengaku menargetkan partainya untuk merebut 2–3 kursi di Senat dan 8–10 kursi di DPR negara bagian. Tujuannya, menurut dia, adalah mengamankan suara penentu dalam pembahasan undang-undang penting.

“Dengan margin legislatif yang sempit, partai kecil bisa jadi penentu utama dalam isu-isu besar. Inilah saatnya kita memastikan suara rakyat benar-benar didengar,” ujar Musk pada Jumat, 4 Juli 2025.

Baca Juga  Tesla Krisis Saham Anjlok Elon Musk Terancam Diganti Gegara Ini

Namun hingga kini, Partai Amerika belum resmi terdaftar di Federal Election Committee (FEC), dan lokasi pendaftarannya pun masih dirahasiakan. Kendati begitu, Musk memastikan partainya akan bergerak secara independen dan siap berdialog dengan dua partai besar, yakni Demokrat dan Republik.

Makin Terbuka Sejak Berseteru dengan Trump

Musk bukan orang baru dalam politik. Pada Pemilu 2024, ia tercatat sebagai donatur utama Partai Republik dan kandidat presidennya, Donald Trump. Ia menyumbang lebih dari US\$280 juta untuk kampanye Trump dan kandidat lainnya.

Namun hubungan keduanya memburuk drastis dalam beberapa bulan terakhir. Perseteruan mereka memuncak ketika Musk menolak RUU anggaran One Big Beautiful Bill Act yang didukung Trump. Ia menyebut RUU tersebut “gila” dan memperbesar utang negara hingga lima triliun dolar AS.

“Pemerintah satu partai ini mengeluarkan anggaran seperti Porky Pig Party! Ini gila,” cuit Musk pedas.

Musk juga sempat terlibat dalam pembentukan lembaga bernama Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) bersama Trump. Namun ia mengundurkan diri pada Mei 2025 setelah masa jabatannya sebagai pegawai pemerintah khusus berakhir.

Sejak itu, Musk lebih vokal mengkritik arah politik Partai Republik dan mulai menggagas pendirian partai baru sebagai “rumah politik bagi rakyat Amerika yang muak dengan status quo”.

Ambisi Capres 2028 Makin Jelas

Meskipun tidak terang-terangan mendeklarasikan pencapresan, manuver politik Musk dianggap banyak pihak sebagai bentuk pemanasan menuju Pilpres 2028. Sejumlah pengamat menyebut bahwa ia tengah membangun basis dukungan independen sekaligus mencari celah dari kekecewaan publik terhadap dua partai besar.

Baca Juga  Ali Shamkhani Iran Siap Damai Nuklir dengan AS Jika Sanksi Dicabut

“Dia sedang mengatur panggungnya sendiri. Musk tahu bahwa jika ingin mencalonkan diri sebagai presiden, dia butuh kendaraan politik. America Party adalah jawabannya,” ujar seorang analis politik dalam pernyataan anonim yang dikutip oleh media lokal.

Langkah Musk ini menambah panjang daftar pengusaha teknologi yang terjun ke dunia politik, namun tidak ada yang semasif dan seekspansif dirinya. Dengan basis massa yang besar di media sosial dan kekayaan pribadi yang hampir tak terbatas, Elon Musk dinilai memiliki modal kuat untuk menantang dominasi politik dua partai di AS.

Apakah Elon Musk benar-benar akan maju sebagai capres 2028? Satu hal yang pasti: ia kini lebih dari sekadar pengusaha, tapi juga politisi yang serius ingin mengambil alih panggung nasional.

Ikuti terus perkembangan politik global hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait