JurnalLugas.Com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan, siswa Sekolah Rakyat berpeluang melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi melalui skema beasiswa yang disediakan pemerintah maupun pihak swasta.
“Bagi yang ingin kuliah, akan dikawal, diantarkan, dan dibimbing agar mereka memperoleh kesempatan. Bisa lewat beasiswa dari pemerintah atau swasta,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8).
Ia menegaskan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menjadi bagian dari tim pelaksana Sekolah Rakyat. Dengan demikian, proses pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi akan berlangsung secara terstruktur dan terarah.
Jalur Vokasi dan Pelatihan Kerja
Selain jalur akademik, pemerintah juga membuka opsi pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Langkah ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai potensi yang dimiliki peserta didik, baik untuk karier profesional maupun wirausaha.
Pemanfaatan teknologi pemetaan potensi individu atau DNA talent menjadi salah satu strategi utama. Melalui metode ini, potensi siswa bisa diidentifikasi sejak dini, sehingga pengembangan minat dan bakat dapat diarahkan lebih tepat.
“Kita awali dengan talent mapping, sehingga sejak awal sudah tahu arahnya. Ini membantu menentukan apakah siswa cocok jadi ASN, anggota TNI/Polri, wirausahawan, atau bahkan atlet,” jelas Gus Ipul.
Perluasan Jaringan Sekolah Rakyat
Hingga awal Agustus 2025, sudah ada 70 Sekolah Rakyat beroperasi. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 100 titik pada pertengahan bulan, dan akan bertambah lagi 59 sekolah baru pada September mendatang.
Berdasarkan data Kementerian Sekretariat Negara, total 159 titik Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026 akan menampung 620 rombongan belajar dengan sekitar 15.370 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Operasional sekolah ini didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan non-guru.
Sebaran Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menjelaskan bahwa 159 titik tersebut tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia. Rinciannya:
- Sumatera: 34 titik
- Jawa: 65 titik
- Bali & Nusa Tenggara: 7 titik
- Kalimantan: 13 titik
- Sulawesi: 28 titik
- Maluku: 7 titik
- Papua: 5 titik
Meski target sudah tercapai, Kemensos membuka peluang tambahan jika ada pemerintah daerah yang mengusulkan pendirian Sekolah Rakyat baru.
“Kalau ada usulan baru dari daerah, akan kami pertimbangkan dan akomodasi,” ujar Robben.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi pintu masuk pendidikan formal, tetapi juga menjadi jembatan masa depan bagi generasi muda untuk menggapai mimpi, baik melalui jalur akademik maupun vokasi.
Baca berita lengkap dan perkembangan terkini di JurnalLugas.Com.






