10 Saham Paling Anjlok Pekan Ini SMMT Terdepan dalam Daftar Top Losers

JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar sepuluh saham dengan penurunan harga terbesar sepanjang perdagangan pekan 4–8 Agustus 2025. Tren pelemahan ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis sebesar 0,06 persen.

Di puncak daftar, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mencatat penurunan tajam hingga 17,14 persen. Harga sahamnya merosot dari Rp1.225 menjadi Rp1.015 per lembar. Posisi ini menjadikan SMMT sebagai saham dengan kinerja terburuk dalam sepekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Menyusul di urutan kedua adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang mengalami penurunan sebesar 15,73 persen, dari Rp1.240 ke Rp1.045 per saham. Koreksi signifikan ini terjadi di tengah volatilitas harga energi global yang mempengaruhi sektor terkait.

Daftar Lengkap 10 Saham Top Losers

Berdasarkan data BEI per Sabtu (9/8/2025), berikut daftar saham yang mengalami koreksi terdalam selama sepekan terakhir:

Baca Juga  Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Punya Pemegang Saham Baru Leafgreen Capital & Gateway Partners Masuk
  1. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) – turun 17,14% ke Rp1.015
  2. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) – turun 15,73% ke Rp1.045
  3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – turun 15,69% ke Rp430
  4. PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) – turun 14,38% ke Rp655
  5. PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) – turun 13,76% ke Rp470
  6. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) – turun 12,08% ke Rp7.275
  7. PT Arthavest Tbk (ARTA) – turun 11,98% ke Rp2.940
  8. PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) – turun 11,98% ke Rp147
  9. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) – turun 11,89% ke Rp630
  10. PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) – turun 11,21% ke Rp190

Faktor Pendorong Penurunan

Menurut pengamat pasar modal, pelemahan sejumlah saham tersebut dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Di antaranya, pergerakan harga komoditas global, tren suku bunga, hingga sentimen investor terhadap laporan kinerja emiten.

Baca Juga  IHSG Melemah Tipis ke 7.103 di Pembukaan LQ45 Juga Tertekan

Seorang analis menilai, “Volatilitas pasar saat ini membuat investor cenderung berhati-hati. Saham-saham dengan kapitalisasi kecil dan menengah lebih rentan tertekan akibat aksi ambil untung.”

Prospek Pekan Depan

Meski mengalami koreksi, beberapa saham berpotensi mengalami rebound jika sentimen pasar membaik. Investor disarankan mencermati faktor fundamental emiten dan perkembangan isu ekonomi global yang dapat mempengaruhi IHSG.

BEI mengimbau pelaku pasar untuk selalu menerapkan prinsip investasi yang bijak dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan.

Selengkapnya berita pasar modal terkini dapat dibaca di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait