JurnalLugas.Com – Partai NasDem menargetkan posisi tiga besar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Ambisi ini menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada awal Agustus 2025.
Ketua DPP Partai NasDem, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan partainya telah menggerakkan langkah konsolidasi secara menyeluruh. Penguatan dilakukan mulai dari struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga ke tingkat kepengurusan daerah terkecil.
Rifqinizamy menyebut penguatan partai tak hanya di internal organisasi, tetapi juga di dua pilar utama—legislatif dan eksekutif—guna mendongkrak potensi elektoral.
Ia menekankan, target kemenangan bukan sekadar pencapaian angka perolehan suara. Menurutnya, pencapaian itu harus sejalan dengan ideologi partai, yakni “restorasi” yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Peta Jalan Menuju 2029
Rifqinizamy menjelaskan, strategi yang disusun dalam Rakernas melibatkan masukan dari dewan pakar dan dewan pertimbangan. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi peta jalan politik Partai NasDem untuk empat tahun ke depan.
Langkah ini, kata dia, mencakup analisis isu-isu nasional baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Semua diarahkan untuk memastikan NasDem mampu bersaing di tingkat nasional dan lokal secara seimbang.
Tantangan Elektoral di Depan Mata
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang hadir sebagai pembicara di Rakernas, menilai bahwa meskipun NasDem menunjukkan tren positif, tetap ada tantangan yang perlu diantisipasi.
Burhanuddin menggarisbawahi bahwa kenaikan suara NasDem sejak Pemilu 2014 sangat dipengaruhi sistem proporsional terbuka yang memberi ruang bagi caleg populer.
Meski begitu, distribusi suara partai dinilai masih belum merata. Dukungan kuat NasDem cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, luar Jawa, serta kalangan kelas menengah. Pola ini dinilai belum cukup untuk meraih kemenangan berskala nasional.
Perluas Basis Pemilih dan Gaet Generasi Muda
Burhanuddin merekomendasikan agar NasDem memperluas basis dukungan ke wilayah Jawa dan pemilih kelas menengah bawah. Selain itu, strategi khusus untuk menyasar generasi muda dinilai menjadi kunci, mengingat proporsi pemilih muda diperkirakan terus meningkat hingga mencapai mayoritas pada 2029.
“Segmen anak muda saat ini sudah mencapai 56 persen dan akan bertambah. Ini peluang sekaligus tantangan yang harus dioptimalkan,” ujarnya.
Dengan langkah konsolidasi, peta jalan politik yang jelas, serta strategi perluasan basis pemilih, Partai NasDem berharap mampu bersaing ketat dan menempati posisi tiga besar di Pemilu 2029.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com






