Prancis Peringatkan “Bencana” Jika Israel Lanjutkan Rencana Pendudukan Gaza Utara

JurnalLugas.Com – Pemerintah Prancis, Selasa (12/8/2025), mengeluarkan peringatan keras terkait potensi “bencana” dan “eskalasi” jika Israel benar-benar melaksanakan rencana pendudukan militer di Jalur Gaza, khususnya di wilayah utara.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Prancis menilai bahwa kebijakan tersebut akan menimbulkan penderitaan besar, terutama bagi warga sipil Palestina dan para sandera Israel yang masih tertahan.

Bacaan Lainnya

“Jika rencana ini dijalankan, dampaknya akan menjadi bencana kemanusiaan dan memicu eskalasi baru. Warga sipil di Gaza dan para sandera akan menjadi korban pertama,” ungkap kementerian tersebut.

Dorongan Misi Stabilisasi Internasional

Prancis menegaskan dukungan penuh terhadap pembentukan misi stabilisasi internasional sementara. Misi ini diharapkan mampu menjamin keamanan bagi masyarakat Israel dan Palestina, sekaligus membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.

Kementerian itu menambahkan, masa depan Gaza harus menjadi bagian dari pembentukan negara Palestina yang sah, dengan Otoritas Palestina sebagai pemimpinnya.

“Solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk menciptakan perdamaian dan keamanan berkelanjutan di kawasan. Perang ini harus segera diakhiri melalui gencatan senjata permanen,” tegas pemerintah Prancis.

Kecaman atas Pembunuhan Jurnalis

Dalam pernyataan terpisah, Prancis juga mengecam keras pembunuhan terhadap jurnalis Al Jazeera di Gaza. Negara itu menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers dan perlindungan jurnalis di wilayah konflik.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan keprihatinan mendalam atas tingginya angka kematian jurnalis di Gaza, yang menurut data telah melampaui 200 orang sejak awal serangan Israel pada Oktober 2023.

“Jurnalis tidak boleh menjadi sasaran serangan. Israel harus menjamin akses aman dan bebas hambatan bagi wartawan internasional untuk meliput kondisi di Gaza,” ujar pihak kementerian.

Kronologi Serangan terhadap Jurnalis

Berdasarkan keterangan kantor media pemerintah di Gaza, jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif dan Mohamed Qraiqea tewas pada Minggu (10/8) bersama tiga juru kamera jaringan tersebut serta seorang reporter lepas. Serangan itu menghantam tenda wartawan yang berada di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza bagian barat.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Gaza dan meratakan sebagian besar wilayah menjadi puing-puing. Dampak lain yang tak kalah memprihatinkan adalah kelaparan, penyebaran penyakit, hingga penumpukan sampah di berbagai sudut kota.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait operasi militernya di Gaza.

Konflik yang terus berlarut ini menjadi sorotan dunia internasional, dengan berbagai negara mendesak gencatan senjata permanen dan solusi politik yang adil bagi kedua belah pihak.

Berita selengkapnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  PM Palestina Mohammad Mustafa Desak Penolakan Global atas Undang-Undang Israel Rugikan UNRWA

Pos terkait