Harga Emas Dunia Turun Tipis Pasar Tunggu Data Inflasi PCE AS

JurnalLugas.Com – Harga emas internasional melemah tipis pada perdagangan Senin, dengan fokus investor beralih pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini. Data tersebut dipandang penting sebagai acuan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot tercatat turun sekitar 0,16 persen ke level USD 3.365,72 per troy ons, setelah akhir pekan lalu sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 11 Agustus. Sementara itu, kontrak berjangka emas juga bergerak terbatas mengikuti tekanan dari pergerakan dolar.

Bacaan Lainnya

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menahan kenaikan logam mulia. Nilai dolar menguat sekitar 0,5 persen terhadap mata uang utama lainnya, sehingga membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Baca Juga  Harga Emas Hari Ini Stagnan

Seorang analis logam mulia, Peter Grant, menjelaskan bahwa pasar masih menimbang komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, pada pekan lalu. “Investor menunggu data baru yang bisa memberikan gambaran jelas mengenai peluang pemangkasan suku bunga September,” ujarnya.

Grant menambahkan, periode lesu pada perdagangan musim panas berpotensi segera berakhir. “Saya memperkirakan tren emas akan kembali menguat dalam beberapa pekan mendatang,” katanya.

Pasar kini menanti data inflasi inti PCE, indikator yang sering menjadi pertimbangan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter. Jika inflasi menunjukkan tren menurun, peluang pemangkasan suku bunga pada September semakin terbuka dan bisa mendorong harga emas kembali menguat. Namun, jika data inflasi justru lebih tinggi dari perkiraan, logam mulia berisiko mengalami tekanan lanjutan.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Cantik

Secara teknis, harga emas masih berada di jalur positif setelah mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan 50-hari. Para pelaku pasar menilai, selama tidak terjadi penurunan signifikan di bawah level support tersebut, tren jangka menengah emas tetap cenderung bullish.

Dengan kondisi global yang sarat ketidakpastian, emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai favorit, terutama bagi investor yang mengantisipasi perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait