Oknum Brimob Lindas Ojol Kapolri Listyo Sigit Siap Mundur Keputusan Ada di Tangan Presiden

Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Foto : Listyo Sigit Prabowo

JurnalLugas.Com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi derasnya desakan publik terkait posisinya sebagai pimpinan tertinggi Polri. Isu pencopotan yang digaungkan sejumlah kelompok masyarakat sipil ditegaskan sebagai kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto.

“Terkait isu pencopotan Kapolri, itu hak prerogatif presiden,” ujar Listyo saat dimintai keterangan, Sabtu (30/8/2025).

Bacaan Lainnya

Jenderal bintang empat itu menambahkan, dirinya siap mengundurkan diri apabila memang sudah menjadi perintah langsung kepala negara. “Kita prajurit, kapan saja siap mundur,” tegasnya.

Tekanan Publik Usai Kasus Affan Kurniawan

Desakan agar Kapolri dicopot mencuat setelah meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang diduga akibat tindakan represif aparat. Koalisi Masyarakat Sipil bersama massa aksi di berbagai daerah menyatakan kekecewaan mendalam atas peristiwa tersebut.

Dalam pernyataannya, mereka merilis 12 sikap resmi. Salah satunya menuntut Presiden Prabowo segera mencopot Jenderal Listyo Sigit dari kursi Kapolri. “Kapolri wajib mundur atau Presiden segera menggantinya karena gagal mengubah watak represif Polri,” ujar perwakilan koalisi sipil, M. Isnur, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga  Sidang Etik Kompol K Pelanggar Rantis Brimob Lindas Ojol Saat Demo

Tuntutan Reformasi di Tubuh Polri

Koalisi sipil menilai, tragedi yang menimpa Affan hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang mencoreng wajah kepolisian. Mereka mendesak agar reformasi di tubuh Polri tidak lagi sebatas wacana, melainkan diwujudkan dengan langkah konkret.

“Publik butuh perubahan nyata, bukan sekadar janji,” tegas salah satu aktivis. Mereka menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi momentum bagi Presiden dan Kapolri untuk melakukan evaluasi besar-besaran.

Bola Panas di Tangan Presiden

Kini sorotan publik mengarah kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebagai pemegang hak prerogatif, ia memiliki kewenangan penuh menentukan nasib pucuk pimpinan Polri. Keputusan apakah Jenderal Listyo tetap bertahan atau diganti, dinilai akan sangat menentukan arah reformasi hukum dan keamanan di Indonesia ke depan.

Sejumlah pengamat menyebut, tekanan publik yang terus meningkat bisa menjadi faktor penting dalam pertimbangan politik Presiden. Namun, hingga kini belum ada sinyal jelas dari Istana terkait langkah selanjutnya.

Baca Juga  Keponakan Prabowo Mundur dari DPR Gerindra Resmi Nonaktifkan Rahayu Saraswati

Kesiapan Kapolri

Meski terus mendapat tekanan, Listyo Sigit menunjukkan sikap tenang. Ia menegaskan tidak akan bergeming jika keputusan presiden adalah pergantian kepemimpinan. “Kita prajurit, selalu siap menjalankan perintah,” ucapnya singkat.

Pernyataan tersebut seolah memberi pesan bahwa Kapolri menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Presiden, sekaligus memastikan loyalitasnya terhadap pimpinan negara.

Situasi ini masih akan menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat menanti apakah Presiden akan mendengar desakan kelompok sipil atau tetap mempertahankan Jenderal Listyo sebagai Kapolri.

Baca berita selengkapnya hanya di 👉 JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait