Prabowo Ada Pendana Demo, Aksi Tidak Lahir Dari Aspirasi Masyarakat

JurnalLugas.Com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang diduga berada di balik pendanaan sejumlah aksi demonstrasi.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan yang digelar di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Bacaan Lainnya

Di hadapan ribuan peserta, Prabowo mengungkapkan keyakinannya bahwa sebagian aksi unjuk rasa tidak sepenuhnya lahir dari aspirasi murni masyarakat.

Menurutnya, terdapat pihak tertentu yang berupaya menggerakkan massa melalui dukungan dana.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memengaruhi stabilitas sosial.

Ia mengaku mengetahui pihak-pihak yang diduga menjadi penyokong pembiayaan sejumlah aksi demonstrasi yang belakangan berlangsung di berbagai daerah.

Dalam keterangannya, Prabowo juga menyoroti fenomena keterlibatan peserta aksi yang disebut tidak memahami secara utuh substansi tuntutan yang diperjuangkan.

Baca Juga  Demi Raja Ampat Prabowo dan Bahlil Cabut IUP Tambang Ini Respon DPR

Ia mengisyaratkan adanya praktik mobilisasi massa yang dilakukan melalui imbalan tertentu.

“Kalau aspirasi tentu merupakan hak warga negara. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika ada pihak yang memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan lain,” ujar Prabowo dalam pernyataan yang disampaikan secara terbuka.

Lebih jauh, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang berlomba meningkatkan daya saing dengan berbagai negara lain sehingga membutuhkan dukungan kolektif dari seluruh masyarakat.

Prabowo mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah tim yang tengah bertanding di arena besar dunia. Dalam kondisi tersebut, seluruh komponen bangsa seharusnya saling menguatkan dan memberikan dukungan agar tujuan bersama dapat tercapai.

Ia menilai kritik tetap memiliki ruang dalam demokrasi, tetapi harus ditempatkan secara proporsional agar tidak melemahkan semangat nasional maupun kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri.

Menurut Presiden, evaluasi terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian penting dari sistem demokrasi. Namun, koreksi yang konstruktif sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki keadaan, bukan justru menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Presiden Prabowo Ada Upaya Pelemahan Pertahanan Negara

Prabowo menegaskan bahwa semangat membangun Indonesia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia berharap seluruh pihak dapat menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik jangka pendek.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat tetap menjaga optimisme terhadap kemampuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sektor ekonomi, pangan, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Dengan kondisi global yang terus berubah, persatuan dinilai menjadi modal utama agar Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa mendatang.

Baca berita nasional dan politik terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
https://JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait