Trump Hentikan Pengawalan Secret Service Kamala Harris Apa Alasannya?

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mencabut perlindungan Secret Service untuk mantan Wakil Presiden Kamala Harris. Informasi tersebut disampaikan pejabat Gedung Putih pada Jumat, 29 Agustus 2025. Langkah ini dinilai sebagai salah satu keputusan paling menonjol Trump terhadap rival politiknya.

Berdasarkan aturan, mantan wakil presiden berhak atas pengawalan Secret Service selama enam bulan setelah masa jabatannya berakhir. Batas waktu itu habis pada 21 Juli lalu bagi Kamala Harris, yang gagal dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Namun, keputusan berbeda sempat diambil Presiden Joe Biden sebelum lengser. Biden menandatangani perpanjangan perlindungan hingga satu tahun bagi Harris, meski kebijakan itu tidak dipublikasikan secara luas. Kini, perpanjangan tersebut resmi dibatalkan oleh Trump.

Baca Juga  Harga Batu Bara Terbang Akibat Amerika Serikat Borong Si Batu Hitam Pasar ICE Newcastle Naik 0,34%

Pihak Harris membenarkan kabar tersebut. “Ibu Harris menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Secret Service atas loyalitas dan profesionalisme mereka selama ini,” ujar penasihat seniornya, Kirsten Harris, dalam keterangan tertulis.

Harris Hadir Kembali di Publik Lewat Buku Memoar

Sejak kekalahan dalam pemilu, Kamala Harris jarang tampil di hadapan publik. Namun pada musim gugur tahun ini, ia dijadwalkan melakukan tur nasional untuk mempromosikan buku memoarnya berjudul 107 Days. Buku itu akan diterbitkan pada 23 September 2025 oleh Simon & Schuster.

Dalam keterangan pers, Harris menyebut buku tersebut ditulis dengan penuh keterbukaan. Ia berjanji menghadirkan “cerita di balik layar” dari perjalanan politiknya, termasuk kegagalan dalam kontestasi presiden yang sempat membuat dirinya menjadi sorotan dunia.

Sebagai catatan, Harris adalah perempuan pertama yang berhasil menduduki jabatan Wakil Presiden AS. Ia sempat menjadi kandidat utama Partai Demokrat setelah Biden, yang kini berusia 82 tahun, mundur dari pencalonan karena isu kesehatan kognitif.

Baca Juga  Viral! CIA Ajak Warga China Bocorkan Rahasia Negara Lewat Video Dramatis

Keputusan pencabutan perlindungan ini langsung menimbulkan perhatian publik. Hal itu lantaran Trump sendiri beberapa kali menekankan pentingnya pengamanan bagi pejabat negara, terutama setelah dirinya menjadi target percobaan pembunuhan pada Juli 2024 di Butler, Pennsylvania.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan Trump bisa memicu kontroversi lebih luas di tengah ketegangan politik menjelang agenda-agenda penting Partai Demokrat dan Partai Republik.

Bagi Harris, absennya perlindungan resmi dari Secret Service berarti ia harus mengandalkan pengamanan pribadi dalam setiap kegiatan, termasuk tur bukunya yang akan segera berlangsung.

Sumber berita selengkapnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait