JurnalLugas.Com – Pergantian jabatan kembali berlangsung di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang digelar di Ruang Kerja Kapuspen TNI, Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025), Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah secara resmi menyerahkan jabatan Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI kepada Kolonel Arh Osmar Silalahi, S.IP., M.Si., CGRA.
Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat utama Pusat Penerangan TNI. Pergantian ini didasarkan pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 tanggal 15 Agustus 2025 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan TNI.
Dinamika dan Strategi Pembinaan Organisasi
Dalam sambutannya, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menekankan bahwa pergantian jabatan di lingkungan TNI bukan hanya sekadar rutinitas. Ia menyebut, rotasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja lembaga penerangan militer.
“Rotasi jabatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Puspen TNI semakin adaptif dalam menghadapi tantangan komunikasi publik ke depan,” ujarnya.
Brigjen Freddy sendiri sebelumnya menjabat Wakapuspen TNI sebelum dipercaya sebagai Kapuspen TNI. Sementara penggantinya, Kolonel Arh Osmar Silalahi, terakhir bertugas sebagai Paban V/Bek Slogad. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu membawa pembaruan dalam bidang penerangan TNI.
Harapan untuk Penguatan Peran Puspen TNI
Kolonel Osmar dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pimpinan. Ia menilai, jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya akan berusaha menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, sekaligus memperkuat peran Puspen TNI dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” kata Osmar.
Puspen TNI sendiri memiliki peran vital sebagai corong informasi resmi TNI. Kehadirannya bukan hanya soal menyampaikan berita kegiatan militer, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara TNI dengan publik, termasuk dalam merespons dinamika keamanan nasional dan isu strategis lainnya.
Pentingnya Adaptasi Komunikasi di Era Digital
Seiring perkembangan teknologi informasi, tantangan Puspen TNI semakin kompleks. Arus informasi yang cepat menuntut institusi militer untuk responsif, transparan, dan akurat dalam menyampaikan data kepada masyarakat.
Pakar komunikasi militer yang enggan disebutkan namanya menilai, rotasi pejabat di bidang penerangan menjadi penting agar TNI tetap mampu mengikuti dinamika digital.
“Penerangan TNI harus terus bertransformasi. Rotasi pejabat adalah bagian dari strategi penyegaran organisasi supaya lebih relevan dengan tuntutan era digital,” ujarnya.
Simbol Penyegaran di Lingkungan TNI
Pergantian jabatan Wakapuspen TNI ini juga dipandang sebagai simbol penyegaran dalam tubuh organisasi. Dengan masuknya figur baru, diharapkan muncul terobosan inovatif dalam strategi komunikasi TNI, termasuk pengelolaan media, pemanfaatan platform digital, hingga penguatan narasi kebangsaan.
Selain itu, kehadiran pejabat baru diyakini dapat memperkuat sinergi antara Puspen TNI dengan instansi pemerintah maupun media massa. Hal ini penting agar informasi yang beredar di publik tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan bias di tengah derasnya arus informasi.
Prosesi serah terima jabatan Wakapuspen TNI berjalan lancar, ditandai dengan suasana penuh kebersamaan. Momen ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan Puspen TNI tetap relevan dengan tantangan zaman.
Dengan pergantian ini, publik menaruh harapan besar agar Puspen TNI semakin tangguh, profesional, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang terpercaya.
Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com






