BI All Out Stabilkan Rupiah Intervensi di Pasar Domestik hingga Luar Negeri

JurnalLugas.Com – Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp16.700 per dolar AS pada perdagangan pekan ini.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bank sentral terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter untuk meredam gejolak pasar. “Kami menggunakan semua instrumen yang ada secara berani, baik di pasar domestik melalui spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri lewat intervensi NDF,” ujarnya, Jumat (26/9).

Bacaan Lainnya

Strategi Intervensi di Dalam dan Luar Negeri

BI melakukan intervensi ganda, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di berbagai pusat keuangan dunia seperti Asia, Eropa, dan Amerika. Instrumen yang digunakan mencakup:

Baca Juga  Rupiah Menguat Tipis atas Dolar AS di Pembukaan Perdagangan
  • Pasar spot untuk menjaga ketersediaan likuiditas,
  • Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) sebagai instrumen lindung nilai,
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) untuk memperkuat pasar obligasi,
  • Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri untuk menahan spekulasi terhadap rupiah.

Menurut Perry, langkah terpadu ini diyakini dapat menjaga rupiah tetap berada pada level fundamentalnya.

Ajakan kepada Pelaku Pasar

Selain intervensi, BI juga meminta dukungan dari pelaku pasar. “Kami mengajak seluruh pelaku pasar agar bersama-sama menciptakan iklim keuangan yang kondusif sehingga stabilitas rupiah dapat lebih terjaga,” tegas Perry.

Pergerakan Rupiah Sepekan Terakhir

Data perdagangan menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (23/9), sempat menguat hingga Rp16.500-an, namun kemudian kembali melemah.

Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah Melemah terhadap Dolar AS Simak Analisisnya

Pada pembukaan Jumat ini, rupiah ditransaksikan di level Rp16.775 per dolar AS, melemah 26 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Secara mingguan, rupiah tercatat melemah sekitar 1,23 persen, sedangkan sejak awal pekan pelemahan mencapai 0,85 persen.

Ekonom menilai tekanan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan ketidakpastian global. Namun, intervensi agresif BI diperkirakan mampu memberikan bantalan penting dalam menjaga stabilitas pasar.

Berita lainnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait