JurnalLugas.Com — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi adanya pertemuan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, agenda itu bukan hanya sekadar makan siang bersama, melainkan juga sarana mempererat hubungan sekaligus membicarakan isu-isu penting terkait bangsa.
Prasetyo menjelaskan, pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan di Jakarta. Ia menyebut, pertemuan tersebut merupakan kunjungan balasan. Saat Prabowo berada di Jawa Tengah, Jokowi sering meluangkan waktu untuk bersilaturahmi, demikian pula sebaliknya.
“Ketika Pak Jokowi berada di Jakarta, mereka sudah menjadwalkan makan siang bersama. Banyak pembicaraan muncul, mulai dari persoalan kebangsaan hingga saran untuk langkah ke depan,” terang Prasetyo, Minggu (5/10).
Sinyal Positif dari Pemimpin Bangsa
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo membawa pesan positif. Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara pemimpin saat ini dan mantan presiden mencerminkan semangat kebersamaan yang penting bagi bangsa.
“Ini hal baik, karena menunjukkan para pemimpin kita rukun dan terbuka untuk berdiskusi. Tentu saja masyarakat berharap kekompakan ini terus terjaga demi kemajuan negara,” ujar Luhut.
Pertemuan keduanya dinilai sebagai contoh kedewasaan politik sekaligus teladan bagi generasi berikut. Dengan duduk bersama, Jokowi dan Prabowo menunjukkan bahwa membangun bangsa membutuhkan kolaborasi, bukan sekadar perbedaan.
Baca berita menarik lainnya hanya di JurnalLugas.Com






