Roy Suryo & Tifa Ziarah Makam Ibu Presiden ke-7 RI dan Tuding Jokowi Bukan Anak Sudjiatmi Netizen Muak Ini Respon Gibran

JurnalLugas.Com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara soal tindakan dua figur publik, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, yang kembali mengaitkan isu sensitif dengan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keduanya sempat berziarah ke makam keluarga Jokowi di Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, pada awal Oktober 2025. Aksi itu sempat viral lantaran pernyataan Dokter Tifa yang menyebutkan bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukan ibu kandung Jokowi klaim yang langsung menuai kritik dari publik.

Bacaan Lainnya

Gibran: Terima Kasih, Tapi Jangan Sebar Tuduhan Tak Jelas

Menanggapi hal itu, Gibran menunjukkan sikap tenang. Ia tidak mempermasalahkan kedatangan Roy dan Tifa ke makam keluarga, tetapi berharap tidak ada lagi pernyataan yang mengandung fitnah.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu Dokter Tifa yang sudah datang berziarah dan mendoakan kakek-nenek kami,” ujar Gibran kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).
“Makam keluarga terbuka untuk siapa pun yang ingin mendoakan almarhum, tapi jangan gunakan ziarah untuk menyebar tudingan yang tidak berdasar,” lanjutnya singkat.

Gibran menegaskan, keluarga besar Jokowi memilih tidak menanggapi tudingan yang tidak jelas. “Yang penting kami tetap hormati siapa pun yang datang dengan niat baik,” tambahnya.

Deretan Tuduhan Lama yang Tak Pernah Terbukti

Kunjungan dan pernyataan terbaru Roy Suryo serta Dokter Tifa bukanlah yang pertama kali menimbulkan polemik. Dalam beberapa tahun terakhir, keduanya diketahui aktif menyuarakan sejumlah tudingan terhadap Presiden Jokowi dan keluarganya melalui media sosial maupun kanal pribadi.

Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Isu ijazah palsu Jokowi — Roy Suryo dan Dokter Tifa menuding bahwa ijazah sekolah hingga kuliah milik Presiden Jokowi tidak sah. Namun, hingga kini tidak pernah ada bukti hukum atau forensik dokumen yang mendukung klaim tersebut.
    Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sekolah-sekolah tempat Jokowi menempuh pendidikan sudah menegaskan bahwa ijazah dan arsip akademik Jokowi valid dan terverifikasi.
  2. Tudingan soal ijazah Gibran — Keduanya juga menyoroti kelulusan Gibran, namun tudingan tersebut langsung dibantah oleh pihak universitas yang menyatakan bahwa seluruh dokumen akademik putra Presiden tersebut tercatat resmi dan sah secara administratif.
  3. Klaim Jokowi bukan anak biologis Sudjiatmi Notomihardjo — Ini menjadi isu paling sensasional. Dokter Tifa menyebutkan adanya dugaan bahwa Sudjiatmi hanyalah “ibu angkat” Jokowi. Namun klaim itu tak pernah memiliki dasar catatan sipil, medis, atau genealogis yang valid.
  4. Narasi politik berulang — Dalam berbagai kesempatan, Roy Suryo juga menyinggung soal asal-usul keluarga Jokowi dan menautkannya dengan spekulasi politik jelang tahun politik 2029. Namun mayoritas analis menilai langkah tersebut lebih bersifat opini pribadi tanpa verifikasi.

Pakar Hukum: Tuduhan Tanpa Bukti Bisa Jadi Pidana

Sejumlah ahli hukum menilai tudingan semacam ini bisa berdampak serius. Pengamat hukum dari UGM, Dr. Arif Setiawan, menilai bahwa penyebaran klaim yang tidak bisa dibuktikan dapat dikategorikan sebagai fitnah atau pencemaran nama baik.

“Kalau tidak disertai bukti otentik, maka pernyataan yang menuduh seseorang memalsukan identitas atau ijazah bisa masuk kategori pelanggaran hukum. Publik harus hati-hati agar tidak ikut menyebarkan klaim tanpa dasar,” ujarnya.

Menurutnya, dalam sistem hukum digital saat ini, tanggung jawab penyebar informasi sama besarnya dengan pembuat informasi. Oleh karena itu, siapa pun yang memiliki tuduhan harus siap mempertanggungjawabkannya di depan hukum.

Publik Mulai Jenuh dan muak dengan Isu Berulang

Banyak masyarakat menilai isu semacam ini sudah melelahkan. Di media sosial, sejumlah pengguna menganggap tudingan Roy dan Tifa sebagai upaya mencari sensasi politik menjelang momentum strategis.

“Sudah berulang-ulang, tapi tidak ada bukti yang konkret. Kalau serius, bawa ke pengadilan, bukan ke TikTok atau X,” tulis salah satu netizen dalam komentar yang viral di platform X (dulu Twitter).

Sosiolog komunikasi dari UNS, R. Mahendra, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan pola komunikasi politik berbasis kontroversi, di mana isu keluarga sering digunakan untuk membangun opini publik tanpa data kuat.

Gibran Pilih Fokus Kerja

Sementara itu, Gibran menyebut dirinya tidak akan terpancing oleh isu yang menyerang keluarga.

“Saya fokus bekerja sebagai wakil presiden. Soal isu-isu itu, masyarakat sudah bisa menilai sendiri mana yang faktual dan mana yang fitnah,” ujarnya menutup pernyataan.

Tudingan tanpa bukti yang terus dilontarkan oleh Roy Suryo dan Dokter Tifa terhadap Presiden Jokowi dan keluarganya kini semakin kehilangan relevansi.
Alih-alih memperkaya wacana publik, pernyataan mereka justru dianggap menyesatkan dan berpotensi merusak ruang diskusi yang sehat.

Sikap tenang Gibran dan keluarga Jokowi menunjukkan bahwa fitnah hanya akan tenggelam oleh fakta.

Baca informasi politik dan hukum terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Mayoritas Laporan via WhatsApp Gibran Evaluasi Efektivitas Lapor Mas Wapres

Pos terkait