JurnalLugas.Com — Aksi balap liar di sepanjang Jalan Simpang Gambus, Simpang Nangka hingga BulanBulan, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, kian meresahkan warga. Setiap malam, terutama pada malam Minggu, sekelompok remaja terlihat melakukan balapan sepeda motor di jalan umum tanpa memedulikan keselamatan diri maupun pengguna jalan lain.
Aksi kebut-kebutan tersebut tak hanya membahayakan pengendara lain, tetapi juga menimbulkan kebisingan dari suara knalpot yang digeber-geber hingga larut malam. Warga sekitar mengaku sudah sering terganggu oleh suara bising dan aksi nekat para remaja itu.
Seorang warga setempat, Anwar, mengungkapkan bahwa kegiatan balap liar tersebut sudah berulang kali menelan korban jiwa. Namun, para pelaku tampak tidak jera.
“Sambil tidur naik kereta (sepeda motor) digeber-geber kereta itu, bising kali, jatuh mati pernah tapi gak ada kapok,” kata Anwar, warga Simpang Nangka, Minggu (2/11/2025).
Anwar juga menuturkan bahwa pada malam sebelumnya, salah satu sepeda motor yang digunakan dalam balapan bahkan mengalami kerusakan berat akibat digeber secara berlebihan.
“Tadi malam lagi, digeber kereta itu sampe jebol keretanya, itu orang gak mikir kereta orang tuanya rusak. Untung rusak, kalau kecelakaan kena orang lain jatuh jadi korban gimana?” ujarnya.
Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Warga mendesak aparat kepolisian Kabupaten Batu Bara untuk segera menindak tegas para pelaku balapan liar tersebut. Mereka berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli malam hari demi menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan.
“Tolong pak Kapolres Batubara tangkap pembalap liar itu, tunjukkan rasa nyaman pengguna jalan, patroli lebih gencar,” ujarnya.
Selain itu, warga juga menilai bahwa efek jera perlu diberikan agar aksi serupa tidak terulang kembali.
“Kalau sering ada patroli, pasti tak ada balapan, dan jika ditangkap diberi efek jera pasti kapok dan gak ngulangi lagi. Pak polisi Batubara kemana?” pungkasnya.
Baca berita menarik lainnya di JurnalLugas.Com






