Projo Ganti Logo, Tak Lagi Bergambar Jokowi! Budi Arie, Kini Saatnya Dukung Prabowo

JurnalLugas.Com — Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, memastikan organisasinya tengah menyiapkan perubahan besar, termasuk mengganti logo yang selama ini identik dengan siluet wajah Joko Widodo (Jokowi).

Langkah tersebut, kata Budi Arie, merupakan bagian dari transformasi organisasi untuk menyesuaikan arah politik dan memperkuat dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Budi menjelaskan bahwa perubahan ini tidak semata soal simbol, tetapi juga bentuk penegasan posisi politik Projo ke depan.

Ia menyebut, transformasi dilakukan agar Projo dapat memperkuat dan mendukung sepenuhnya agenda politik Presiden Prabowo serta menyesuaikan diri dengan dinamika pemerintahan baru.

Logo Baru, Nama Tetap Sama

Budi Arie menegaskan bahwa meski logo akan diubah, nama Projo tidak akan diganti. Ia juga meluruskan anggapan bahwa nama tersebut merupakan singkatan dari “Pro Jokowi”.

Menurutnya, istilah itu hanya berkembang di kalangan media karena mudah disebut, padahal secara makna, kata Projo berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.

“Dalam bahasa Sanskerta, Projo bermakna negeri, sedangkan dalam bahasa Jawa Kawi berarti rakyat. Jadi, secara filosofi, Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” jelas Budi.

Jokowi Setuju dengan Transformasi Projo

Budi Arie juga menyampaikan bahwa mantan Presiden Jokowi telah mengetahui dan menyetujui rencana perubahan yang akan diputuskan dalam Kongres Ketiga Projo.

Ia mengatakan, Jokowi memahami pentingnya langkah transformasi karena Projo telah menuntaskan tugas besar mendukung pemerintahan selama dua periode dan kini menghadapi tantangan baru dalam konteks politik serta geopolitik global.

Budi menilai, tantangan ke depan tidak mudah, sehingga Projo harus tampil lebih kuat dan solid di bawah pemerintahan baru.

Fokus Dukung Agenda Politik Prabowo

Dalam pidato pembukaan kongres, Budi Arie menyerukan kepada seluruh relawan agar memperkuat dukungan terhadap agenda politik Presiden Prabowo.

Ia menyebut, dukungan Projo tidak berhenti di masa pemerintahan Jokowi, tetapi akan dilanjutkan dengan membantu memperkuat kepemimpinan Prabowo agar lebih kokoh dan solid.

Budi juga menyinggung kemungkinan dirinya bergabung dengan partai politik tertentu sebagai bagian dari langkah politik pribadi.

“Kalau nanti saya masuk partai, saya harap teman-teman relawan bisa memahami. Tidak perlu dipertanyakan partainya apa,” ujarnya dalam nada ringan.

Namun, usai acara pembukaan, Budi tak menutupi kemungkinan bahwa partai yang dimaksud adalah Partai Gerindra.

Ia menyebut bahwa dukungan terhadap Prabowo secara alami akan beriringan dengan upaya memperkuat partai yang dipimpin langsung oleh Presiden.

Kongres Ketiga Projo menjadi titik penting bagi arah baru organisasi yang dulu dikenal sebagai relawan garis depan Jokowi. Dengan perubahan logo dan strategi politik yang sejalan dengan pemerintahan Prabowo Subianto, Projo menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi kekuatan rakyat dalam menjaga stabilitas dan persatuan nasional.

Selengkapnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Jokowi Jangan Berjudi Jangan Berjudi Harta Habis Rumah Tangga Hancur

Pos terkait