JurnalLugas.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar seorang kepala daerah.
Kali ini, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diamankan dalam operasi yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut pada Rabu (29/7/2026).
Kabar penangkapan itu segera menjadi perhatian publik karena Anom baru menjalani masa kepemimpinannya sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030.
Hingga kini, KPK masih melakukan pendalaman terhadap perkara yang menjadi dasar operasi tersebut.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penangkapan terhadap Bupati Pemalang.
Namun, pihaknya belum mengungkap secara rinci dugaan tindak pidana korupsi maupun kronologi lengkap operasi yang dilakukan tim penyidik.
“Iya, benar Mas,” ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi awak media.
Belum adanya penjelasan resmi mengenai konstruksi perkara membuat publik masih menunggu pengumuman lanjutan dari KPK.
Sesuai prosedur, lembaga antirasuah memiliki waktu untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Anom Widiyantoro merupakan kepala daerah hasil Pilkada Pemalang 2024. Bersama wakilnya, Nurkholes, ia berhasil memenangkan kontestasi politik dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 untuk memimpin Kabupaten Pemalang selama lima tahun.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Anom lebih dahulu membangun karier panjang di dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, pada 1970 tersebut memiliki latar belakang pendidikan di bidang manajemen keuangan.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 1996. Setelah itu, Anom melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan memperoleh gelar magister pada 2005.
Perjalanan profesionalnya dimulai di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA pada 1996. Selama kurang lebih 25 tahun mengabdi, Anom dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli, auditor internal, manajer keuangan, manajer operasional hingga jabatan General Manager.
Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menduduki posisi Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Properti (PT HIPA) untuk periode 2021 hingga 2024 sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Karier yang panjang di sektor BUMN menjadi salah satu modal yang mengantarkan Anom memenangkan Pilkada Pemalang.
Namun kini, perjalanan politiknya menghadapi ujian setelah namanya masuk dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Ikuti perkembangan berita terbaru, investigasi, politik, hukum, dan informasi nasional lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






