JurnalLugas.Com — Pengadilan di Maroko menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada seorang pria bernama Nabil Moafik atas kasus perdagangan manusia lintas negara, Selasa (4/11/2025). Putusan ini menjadi yang pertama di Maroko terkait penipuan tenaga kerja yang menjerat warganya hingga ke kamp penipuan daring di Asia Tenggara.
Kasus tersebut mengungkap praktik licik jaringan internasional yang menipu anak muda Maroko dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di Thailand. Namun, setelah tiba di Asia, mereka justru diselundupkan ke Myanmar dan dipaksa bekerja di pusat penipuan daring (Scammer) yang beroperasi ribuan kilometer dari tanah air mereka.
Beberapa korban mengaku disiksa secara fisik dan mental. Bahkan, ada yang dipaksa membayar tebusan dalam mata uang kripto agar bisa dibebaskan.
Dalam sidang di Pengadilan Casablanca, Moafik menolak seluruh tuduhan. Ia mengklaim tidak mengetahui bahwa pekerja yang ia bantu rekrut akan diperdagangkan.
“Saya hanya perantara kerja, tidak tahu akan terjadi hal seperti ini,” ujar Moafik di hadapan majelis hakim, Rabu (5/11/2025).
Ia mengaku hanya menerima bayaran antara 21 hingga 107 dolar AS untuk setiap orang yang direkrut. Namun, jaksa penuntut menyebut Moafik memiliki peran penting dalam jaringan tersebut. Ia diduga menjalankan grup Facebook yang awalnya membantu imigran Maroko di Turki, tapi kemudian dimanfaatkan untuk menawarkan pekerjaan palsu di pusat panggilan di Thailand.
Salah satu korban, Youssef Amzouz, bersaksi bahwa dirinya dijebak oleh jaringan tersebut. Ia bahkan diminta membayar tebusan atau merekrut 100 orang lain agar bisa bebas dari kamp penipuan di Myanmar.
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), kasus perdagangan manusia dengan modus rekrutmen daring seperti ini sulit diungkap karena banyak perekrut tidak sadar telah menjadi bagian dari jaringan kejahatan lintas negara.
Sementara itu, media lokal Hespress melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Maroko telah membantu memulangkan 34 warganya dari Myanmar. Namun hingga kini, belum ada data resmi terkait jumlah total korban dari jaringan penipuan ini.
Kasus Nabil Moafik menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas. Pengadilan Maroko menegaskan akan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam praktik perdagangan manusia digital.
Baca berita investigasi dan analisis terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com






