JurnalLugas.Com — Dalam suasana khidmat peringatan Hari Pahlawan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Acara kenegaraan tersebut menjadi momentum penting dalam meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus penghormatan tertinggi kepada tokoh-tokoh bangsa yang berjasa besar bagi Republik Indonesia.
Presiden Prabowo Serahkan Gelar Kehormatan Secara Langsung
Penganugerahan gelar tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam upacara yang penuh makna itu, Presiden Prabowo menyerahkan tanda kehormatan negara kepada para ahli waris sepuluh tokoh nasional yang telah berkontribusi besar terhadap kemerdekaan, persatuan, dan kemajuan bangsa.
Adapun tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 meliputi:
- KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
- Jenderal Besar TNI Soeharto
- Marsinah
- Prof. Mochtar Kusumaatmadja
- Hj. Rahmah El Yunusiyyah
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
- Sultan Muhammad Salahuddin
- Syaikhona Muhammad Kholil
- Tuan Rondahaim Saragih
- Zainal Abidin Syah
Panglima TNI: Teladan Kejuangan Harus Dihidupkan Kembali
Usai upacara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kejuangan dan patriotisme di tengah tantangan zaman modern.
“Para pahlawan telah menunjukkan arti sejati dari pengabdian tanpa pamrih. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa,” ujarnya singkat.
Ia menambahkan bahwa TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara akan terus menanamkan semangat pengorbanan dan nasionalisme di setiap prajurit agar nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup di masa kini.
Penghormatan kepada Warisan Perjuangan Bangsa
Upacara penganugerahan yang berlangsung khidmat ini dihadiri para pejabat negara, keluarga besar penerima gelar, dan sejumlah tokoh nasional. Presiden Prabowo menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi dan jasa besar para tokoh bangsa.
“Negara tidak akan pernah melupakan jasa para pahlawan. Tanpa mereka, kita tidak akan menikmati kemerdekaan dan kemajuan seperti saat ini,” tutur Presiden dalam sambutannya.
Momentum Hari Pahlawan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat juang, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih sebagaimana yang telah diwariskan para pahlawan nasional.
Sumber berita dan publikasi lengkap dapat diakses di: JurnalLugas.Com






