JurnalLugas.Com — Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar nasional terpantau relatif stabil, meski beberapa bahan pokok mengalami fluktuasi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp41.950 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras dijual di kisaran Rp31.500 per kg.
Menurut pembaruan data PIHPS per Selasa (11/11/2025) pukul 07.40 WIB, sejumlah bahan pangan lain juga menunjukkan pergerakan harga yang relatif terkendali. Bawang merah dipatok di Rp41.650 per kg, sedangkan bawang putih berada di Rp38.700 per kg di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Untuk komoditas beras, harga juga masih berada dalam kisaran wajar. Rinciannya, beras kualitas bawah I dijual sekitar Rp14.400 per kg, bawah II Rp14.300, medium I Rp15.900, dan medium II Rp15.700 per kg. Adapun beras kualitas super I menembus Rp17.100 per kg, sedikit di atas super II yang berada di Rp16.600 per kg.
Komoditas Cabai dan Daging Masih Bergerak Dinamis
Harga cabai merah besar terpantau di Rp56.500 per kg, diikuti cabai merah keriting Rp55.600 per kg, dan cabai rawit hijau Rp37.150 per kg.
Sementara itu, komoditas daging ayam ras berada di kisaran Rp37.450 per kg, dan daging sapi kualitas I dijual di Rp140.650 per kg. Untuk daging sapi kualitas II, harga sedikit lebih rendah yakni Rp132.600 per kg.
Gula dan Minyak Goreng Masih Dalam Batas Wajar
Dari kelompok bahan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium dijual dengan harga Rp19.800 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp18.000 per kg.
Adapun minyak goreng curah terpantau di Rp18.600 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing berada di harga Rp22.450 dan Rp21.400 per liter.
Seorang analis pangan nasional, D. Santoso, menyebutkan bahwa pergerakan harga ini mencerminkan stabilitas pasokan menjelang akhir tahun.
“Fluktuasi kecil pada cabai dan daging merupakan pola musiman yang biasa terjadi menjelang periode liburan. Namun secara umum, pasokan pangan nasional masih cukup aman,” ujarnya.
Pemerintah melalui Bank Indonesia dan PIHPS terus memantau perkembangan harga di lapangan untuk memastikan inflasi tetap terkendali, khususnya pada sektor pangan strategis yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Kunjungi berita ekonomi terkini lainnya di: JurnalLugas.Com





