Fluktuasi Harga Pangan Kenaikan Harga Beras Cabai serta Bawang

JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi harga pada akhir September. Beberapa komoditas seperti beras, cabai rawit, dan bawang merah mencatat kenaikan harga. Pada Jumat, 27 September 2024, harga bawang merah meningkat sebesar Rp540, mencapai Rp28.150 per kilogram (kg).

Berdasarkan data yang diambil dari Panel Harga Bapanas pukul 09.00 WIB, harga pangan di tingkat pedagang eceran menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Harga beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen atau Rp90, sehingga menjadi Rp15.590 per kg. Sebaliknya, harga beras medium mengalami penurunan sebesar 0,15 persen atau Rp20, menjadi Rp13.570 per kg. Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog juga turun 0,56 persen atau Rp70, menjadi Rp12.510 per kg.

Bacaan Lainnya

Kenaikan Harga Bawang Merah dan Cabai

Harga bawang merah naik sebesar 1,96 persen atau Rp540, sehingga harganya menjadi Rp28.150 per kg. Sementara itu, bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan 1,32 persen atau Rp520, menjadi Rp40.040 per kg.

Selain bawang, cabai merah keriting mengalami kenaikan harga sebesar 2,09 persen atau Rp670, menjadi Rp32.800 per kg. Namun, berbeda dengan cabai merah keriting, harga cabai rawit merah justru turun 1,30 persen atau Rp590, menjadi Rp44.750 per kg.

Baca Juga  Akhir Pekan Harga Pangan Naik Drastis Harga Cabai Ikan Tongkol Beras SPHP Turun

Tren Harga Daging dan Telur

Untuk komoditas daging, fluktuasi harga juga terjadi. Harga daging sapi murni turun 0,49 persen atau Rp660, sehingga harganya menjadi Rp134.010 per kg. Namun, harga daging ayam ras justru naik 0,75 persen atau Rp260, menjadi Rp34.890 per kg. Telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,76 persen atau Rp500, sehingga menjadi Rp28.850 per kg.

Kedelai, Gula, dan Minyak Goreng

Harga komoditas lainnya seperti kedelai biji kering impor naik 0,74 persen atau Rp80, menjadi Rp10.880 per kg. Kenaikan juga terjadi pada gula konsumsi, yang naik 0,51 persen atau Rp90, menjadi Rp17.880 per kg. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan sederhana, terjadi kenaikan harga sebesar 0,66 persen atau Rp120, sehingga mencapai Rp18.190 per kg. Namun, minyak goreng curah justru turun 0,74 persen atau Rp120, menjadi Rp16.190 per kg.

Harga Tepung dan Jagung

Komoditas tepung terigu curah mengalami penurunan harga sebesar 1,28 persen atau Rp130, menjadi Rp10.030 per kg. Demikian pula tepung terigu non-curah yang mengalami penurunan 1,75 persen atau Rp230, menjadi Rp12.880 per kg. Harga jagung di tingkat peternak juga mencatat penurunan 0,50 persen atau Rp30, sehingga harganya menjadi Rp6.000 per kg.

Baca Juga  Terbongkar, 23 Ton Bawang dan Cabai Ilegal Masuk Indonesia

Harga Ikan dan Garam

Di sektor hasil laut, harga ikan kembung naik signifikan sebesar 4,16 persen atau Rp1.550, mencapai Rp38.830 per kg. Harga ikan tongkol juga mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen atau Rp570, menjadi Rp32.410 per kg. Sementara itu, ikan bandeng mengalami penurunan harga sebesar 1,27 persen atau Rp420, menjadi Rp32.690 per kg. Di sisi lain, garam halus beryodium turun 1,04 persen atau Rp120, menjadi Rp11.400 per kg.

Secara keseluruhan, harga berbagai komoditas pangan di Indonesia terus menunjukkan fluktuasi. Kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai merah keriting, dan ikan kembung menunjukkan bahwa dinamika pasar pangan masih cukup volatile.

Namun, penurunan pada beberapa komoditas seperti beras medium, minyak goreng curah, dan ikan bandeng memberikan sedikit keseimbangan bagi konsumen. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk tetap memantau perkembangan harga guna mengatur pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait