JurnalLugas.Com — Harga beras di tingkat pedagang eceran nasional masih bertahan tinggi pada perdagangan awal pekan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan hampir seluruh kategori beras mengalami tekanan harga yang cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 10.30 WIB, harga beras premium kualitas super I tercatat mencapai Rp16.950 per kilogram. Angka tersebut mendekati level psikologis Rp17 ribu per kilogram dan menjadi salah satu harga tertinggi dalam kelompok beras konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, beras kualitas super II berada di level Rp16.200 per kilogram. Tingginya harga beras premium dinilai mulai memberi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga, khususnya di wilayah perkotaan yang sangat bergantung pada pasokan pasar modern maupun tradisional.
Pada kategori menengah, harga beras medium I tercatat Rp15.600 per kilogram, sedangkan medium II berada di angka Rp15.250 per kilogram. Harga tersebut masih berada di atas kisaran normal yang biasa ditemui pada periode stabil pasokan.
Untuk kategori beras bawah, harga juga belum menunjukkan penurunan berarti. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.550 per kilogram dan kualitas bawah II berada di level Rp14.300 per kilogram.
Kondisi harga beras yang masih tinggi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari distribusi pasokan, biaya produksi, hingga permintaan pasar yang tetap kuat. Selain itu, fluktuasi cuaca di beberapa daerah sentra pertanian juga disebut berdampak terhadap ketersediaan gabah dan hasil panen.
Pengamat pangan menilai stabilisasi harga beras menjadi tantangan penting bagi pemerintah mengingat beras merupakan komoditas utama konsumsi masyarakat Indonesia. Kenaikan harga yang berlangsung dalam waktu panjang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat serta laju inflasi pangan nasional.
Di sisi lain, pedagang pasar tradisional mulai merasakan perubahan pola belanja masyarakat. Konsumen disebut lebih selektif dalam membeli beras premium dan sebagian beralih ke kategori medium untuk menekan pengeluaran harian.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat distribusi cadangan beras dan menjaga rantai pasok agar harga tidak terus bergerak naik dalam beberapa pekan mendatang.
Ikuti berita ekonomi, harga pangan, dan informasi nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






