Harga Pangan Nasional Terbaru PIHPS Cabai dan Telur Ayam Naik, Ini Daftarnya

JurnalLugas.Com — Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar eceran nasional kembali mengalami pergerakan. Berdasarkan data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah terpantau berada di level Rp38.900 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras dijual rata-rata Rp31.450 per kg.

Kenaikan dua komoditas tersebut menjadi sorotan menjelang akhir tahun, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok cenderung meningkat.

Bacaan Lainnya

Rincian Harga Pangan Nasional 12 November 2025

Mengutip data PIHPS Nasional pada Rabu (12/11/2025) pukul 10.30 WIB, harga beberapa komoditas utama di tingkat pedagang eceran tercatat sebagai berikut:

  • Cabai rawit merah: Rp38.900/kg
  • Telur ayam ras: Rp31.450/kg
  • Bawang merah: Rp42.300/kg
  • Bawang putih: Rp38.200/kg
  • Beras kualitas bawah I & II: Rp14.500/kg
  • Beras kualitas medium I & II: Rp15.900/kg
  • Beras kualitas super I: Rp17.150/kg
  • Beras kualitas super II: Rp16.850/kg
Baca Juga  Fluktuasi Harga Pangan Kenaikan Harga Beras Cabai serta Bawang

Selain itu, harga cabai jenis lain juga mengalami fluktuasi. Cabai merah besar dijual seharga Rp58.300/kg, cabai merah keriting Rp57.500/kg, dan cabai rawit hijau Rp35.250/kg.

Harga Daging dan Minyak Goreng Juga Bergerak

Sementara itu, komoditas sumber protein hewani turut mencatat perubahan harga. Daging ayam ras kini berada di level Rp37.550/kg, sedangkan daging sapi kualitas I dijual seharga Rp139.300/kg dan daging sapi kualitas II di angka Rp133.750/kg.

Untuk komoditas pemanis, gula pasir premium tercatat Rp19.850/kg, sementara gula pasir lokal dijual Rp17.700/kg.

Adapun harga minyak goreng curah kini mencapai Rp18.950 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I sebesar Rp23.050/liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II senilai Rp21.850/liter.

Baca Juga  Harga Pangan Turun di Pekan Pertama Ramadhan, Emak-emak Happy

Tren Harga Menjelang Akhir Tahun

Seorang analis pangan dari BI, R. Santosa, menjelaskan bahwa pergerakan harga pangan menjelang akhir tahun biasanya dipengaruhi oleh faktor distribusi dan meningkatnya permintaan rumah tangga.

“Kenaikan harga di sejumlah komoditas, khususnya cabai dan telur, masih dalam batas wajar menjelang musim liburan. Namun, pemerintah bersama BI terus memantau agar inflasi tetap terkendali,” ujarnya.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat koordinasi antara lembaga distribusi pangan dan daerah penghasil untuk menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran.

Baca berita ekonomi selengkapnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait