JurnalLugas.Com — Ketegangan internal kembali mengemuka di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang meminta Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari atau berpotensi diberhentikan. Namun, Gus Yahya menegaskan dirinya tidak akan mundur dari amanah organisasi.
Pada Sabtu malam, 22 November 2025, PBNU menggelar pertemuan besar di Surabaya dengan menghadirkan seluruh pengurus wilayah NU (PWNU) dari berbagai provinsi. Pertemuan mendadak tersebut digelar sebagai respons atas munculnya dokumen internal Syuriah yang menyebut desakan pengunduran diri terhadap Ketum PBNU.
Tolak Tegas Desakan Syuriah PBNU
Dihadapan jajaran pengurus wilayah NU, Gus Yahya menyampaikan sikap tegas bahwa dirinya tetap akan menjalankan amanah Muktamar hingga tuntas.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya menegaskan mandat yang ia emban bukan sesuatu yang dapat dibatalkan secara sepihak.
“Saya mendapatkan amanat Muktamar ke-34 untuk lima tahun. Maka tugas ini akan saya jalani sampai selesai, insya Allah saya sanggup,” tegasnya.
Gus Yahya menyebut bahwa desakan pengunduran diri yang tercantum dalam risalah Rapat Harian Syuriah tidak memiliki dasar konstitusional dalam struktur organisasi PBNU.
“Bila ada yang menganggap keputusan itu dapat memaksa saya mundur, saya tegaskan bahwa Rapat Harian Syuriah berdasarkan AD/ART tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan Ketua Umum,” tegasnya lagi dalam forum tersebut.
Sebut Keputusan Sepihak dan Tak Sesuai Mekanisme Organisasi
Lebih jauh, Gus Yahya menilai dinamika yang terjadi harus dikembalikan ke mekanisme musyawarah organisasi, bukan keputusan sepihak.
Ia menyatakan bahwa tradisi besar nahdliyin tidak dibangun melalui langkah pemaksaan dan tekanan internal.
Menurut sumber internal PBNU, dinamika organisasi dipicu oleh sejumlah perbedaan pandangan terkait arah kebijakan organisasi dalam beberapa bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Syuriah mengenai respons atas penegasan sikap Gus Yahya.
Soliditas Struktur NU Menjadi Sorotan
Pertemuan besar di Surabaya menjadi titik penting dalam menentukan soliditas struktural NU ke depan. Sejumlah PWNU disebut memberikan dukungan terhadap komitmen Gus Yahya untuk menyelesaikan masa jabatannya sesuai hasil Muktamar.
Hingga berita ini diturunkan, PBNU belum mengumumkan langkah lanjutan organisasi setelah penegasan sikap terbuka dari Gus Yahya. Namun dinamika terbaru ini diyakini akan terus menjadi perhatian publik, khususnya di lingkungan warga nahdliyin di seluruh Indonesia.
Baca berita lainnya di:
https://JurnalLugas.Com






