JurnalLugas.Com — Kegiatan bertajuk Ngopi (Ngobrolin Pendidikan Islam) menghadirkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI H. Ansory Siregar Lc di Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, pada Minggu, 23 November 2025.
Acara diskusi publik tersebut merupakan kolaborasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) dengan tokoh nasional tersebut, mengusung tema peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Tema ini dianggap krusial sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Dalam sambutannya, H. Ansory Siregar menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang dimiliki.
“Pendidikan bagus berarti daerah itu bagus,” ujarnya.
Ansory menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus ditopang oleh kualitas ilmu yang diserap masyarakat sejak dini.
“Pendidikan tak lepas dari ilmu. Ilmu yang baik akan menghasilkan daerah yang baik,” lanjutnya.
Tidak hanya isu pendidikan, Ansory juga menyinggung persoalan narkoba yang disebutnya sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Ia menilai, kebiasaan merokok pada pelajar sering kali menjadi pintu awal untuk masuk ke penyalahgunaan narkotika. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.
Pada momen yang sama, Ansory mengeluarkan pernyataan tegas terkait komitmennya memberantas narkoba, terutama di wilayah Batu Bara. Ia menegaskan tidak akan mentolerir aparat penegak hukum yang terlibat dalam peredaran narkotika.
“Kalau Kapolres Batu Bara bermain-main dengan narkoba, saya Ansory Siregar akan membuat surat ke Presiden untuk memecat,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat Batu Bara juga menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat tersebut. Mereka berharap pemerintah dan DPR dapat mendorong percepatan pembentukan universitas berkualitas di Kabupaten Batu Bara agar anak-anak tidak perlu pergi jauh untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Aspirasi kami meminta kepada pak Ansory Siregar untuk mendorong Pemkab Batu Bara membentuk universitas berkualitas, agar anak-anak kami tidak jauh-jauh menuntut ilmu. Kalau kualitas pendidikan lebih baik, daerah juga lebih baik,” ujar Suprianto, warga Batu Bara.






