Hari Ikan Nasional, Pemerintah Siapkan Revolusi Protein Demi Generasi Cerdas 2045

Nelayan Ikan Asin
Foto : Nelayan Pembuat Ikan Asin

JurnalLugas.Com — Peringatan Hari Ikan Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mempertegas arah pembangunan pangan, khususnya protein hewani. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa Indonesia menargetkan swasembada protein pada 2026 sebagai salah satu fondasi membangun generasi cerdas dan berdaya saing tinggi.

“Tahun depan kita harus swasembada protein. Selamat Hari Ikan Nasional,” ujar Zulhas dalam acara Puncak Hari Ikan Nasional 2025 di Jakarta, Minggu 23 November 2025.

Bacaan Lainnya

Protein Jadi Fondasi Kecerdasan Bangsa

Dalam pemaparannya, Zulhas menekankan bahwa kecukupan protein adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar negara maju menunjukkan korelasi positif antara kecukupan protein dan kecerdasan penduduknya.

Berdasarkan perbandingan tingkat kecerdasan (IQ), rata-rata negara maju berada di atas 109 poin, sementara Indonesia masih berada di kisaran 90-an. Kondisi tersebut dinilai perlu disikapi dengan kebijakan nasional yang serius dan terukur.

“Harus swasembada, kemudian dihidangkan di meja anak-anak kita, dilatih agar cerdas. Dengan demikian kita berubah. Gizinya, IQ-nya berubah,” tegas Zulhas.

KKP Pegang Peran Strategis: Ikan Sebagai Sumber Protein Unggulan

Sebagai tindak lanjut target swasembada protein, pemerintah memberikan mandat besar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat produksi, pemanfaatan, dan konsumsi ikan nasional. Ikan dipilih sebagai salah satu sumber protein hewani yang murah, mudah diakses, dan kaya nutrisi.

“Selamat makan ikan karena protein penting, menentukan peradaban Indonesia hari ini dan yang akan datang,” ucap Zulhas.

Hari Ikan Nasional 2025: Kampanye “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045”

Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 tahun ini mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045.” Lini program yang disiapkan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan diarahkan untuk memperluas edukasi konsumsi ikan sejak dini, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, dan memperkuat rantai pasokan protein berbasis kelautan.

Tema tersebut juga selaras dengan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029 serta Astacita kedua Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya ketahanan pertahanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, hingga ekonomi biru, ekonomi kreatif, dan ekonomi hijau.

Arah Kebijakan: Dari Edukasi Konsumsi Hingga Peningkatan Produksi

Untuk mewujudkan swasembada protein 2026, beberapa program strategis diproyeksikan menjadi tulang punggung, antara lain:

🔹 Gerakan nasional makan ikan sejak PAUD hingga SMA
🔹 Pendampingan hilirisasi produk perikanan bagi pelaku UMKM
🔹 Peningkatan produksi budidaya dan penangkapan ikan berkelanjutan
🔹 Pemanfaatan teknologi rantai dingin untuk menjaga mutu ikan
🔹 Pemerataan pasokan ikan hingga wilayah 3T

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis konsumsi ikan masyarakat bisa terus meningkat, sekaligus mendukung lompatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menuju Generasi Emas 2045

Pemerintah menilai bahwa swasembada protein bukan sekadar agenda pangan, melainkan investasi panjang untuk membangun generasi unggul yang siap menghadapi kompetisi global. Strategi ketahanan pangan berbasis protein diyakini akan memperkuat posisi Indonesia menuju puncak demografi pada 2045.

Momentum Hari Ikan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa kecukupan gizi bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga penentu masa depan bangsa.

Kunjungi berita dan informasi nasional lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Zulhas Ungkap Alasan Pemerintah Tetapkan Margin Fee Bulog 7 Persen

Pos terkait