Anggota Kongres AS Kecam Strategi Keamanan Nasional Trump “Menguntungkan Bisnis, Melemahkan Amerika”

JurnalLugas.Com — Sejumlah anggota senior Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat menyoroti keras strategi keamanan nasional terbaru pemerintahan Donald Trump, menuduh dokumen itu lebih mengutamakan kepentingan bisnis presiden dibanding keamanan nasional dan pengaruh global AS.

“Strategi ini menempatkan kepentingan bisnis keluarga dan teman dekat presiden di atas janji kepada sekutu, melemahkan posisi Amerika di dunia,” ujar Senator Mark Kelly (AZ) melalui akun X.

Bacaan Lainnya

Dokumen setebal 33 halaman yang dirilis Kamis malam menekankan ekspansi militer AS di Belahan Barat, penyeimbangan perdagangan global, dan penguatan pengawasan perbatasan. Namun, beberapa pernyataannya memicu kontroversi, termasuk klaim bahwa ekonomi Eropa menghadapi ancaman serius hingga potensi “penghapusan peradaban” dalam dua dekade ke depan.

Baca Juga  Maduro Ditangkap AS, Terancam 4 Kali Hukuman Seumur Hidup, Pasukan Trump Lancarkan Operasi Besar

“Strategi ini meninggalkan komitmen kita pada kebebasan dan hak asasi manusia, malah memuji sekutu otoriter yang mendukung bisnis Trump,” komentar Senator Chris Van Hollen (MD) di X.

Anggota Kongres Jason Crow (CO) menilai strategi tersebut berpotensi menjadi “bencana bagi posisi Amerika di dunia” dan menambah kerentanan keamanan nasional. Ia menegaskan, “Mereka ingin Amerika menjadi lebih kecil dan lemah. Saya akan melawan.”

Senator Jeanne Shaheen, anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri, menyoroti kontradiksi kebijakan pemerintah. Menurutnya, rakyat Amerika berhak atas kepemimpinan yang memperkuat NATO, menahan ambisi Rusia di Ukraina, bersaing dengan China, serta menstabilkan kawasan melalui diplomasi dan pembangunan.

Baca Juga  Trump Ejek BRICS Melemah Ancam Tarif 10 Persen Demi Dominasi Dolar AS

“Kebijakan Trump justru mengisolasi Washington, merugikan ekonomi, menaikkan harga bagi warga, menjauhkan sekutu, dan memperkuat lawan,” kata Shaheen.

Kritik keras ini menambah tekanan bagi pemerintahan Trump untuk meninjau ulang strategi yang dinilai kontroversial dan berisiko melemahkan posisi global AS.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait