JurnalLugas.Com — Situasi di perbatasan Thailand–Kamboja kembali mencapai titik kritis. Komando Wilayah Angkatan Darat ke-1 Thailand memastikan bahwa gugus tugas gabungan dari angkatan darat dan angkatan udara telah melakukan serangan terkoordinasi ke sebuah pangkalan militer Kamboja yang terletak di seberang perbatasan Ban Nong Chan, Provinsi Sa Kaeo, pada Rabu (10/12/2025).
Operasi tersebut melibatkan pesawat tempur F-16 yang diterbangkan untuk menghantam target militer strategis di wilayah Kamboja. Langkah ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan yang meningkat sejak awal pekan.
Angkatan Laut Thailand Tingkatkan Kesiagaan di Perbatasan Laut
Di saat yang sama, media lokal Thailand melaporkan bahwa cakupan konflik kini meluas hingga perbatasan laut. Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengerahkan unsur laut, udara, dan pasukan darat guna memperkuat pertahanan di sektor Chanthaburi–Trat.
Kapal patroli dilaporkan telah beroperasi penuh selama 24 jam untuk memantau pergerakan militer Kamboja. Seorang pejabat AL yang dikutip media mengatakan pihaknya telah bersiaga menghadapi “setiap bentuk eskalasi yang mungkin terjadi.”
Nelayan Thailand pun diminta menghindari wilayah perbatasan laut serta melaporkan segera jika melihat kapal perang Kamboja memasuki area sensitif.
Sikap Pemerintah Thailand: Belum Waktunya Negosiasi
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan bahwa pemerintahnya belum menerima bentuk komunikasi apa pun dari Kamboja terkait insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini “belum kondusif untuk memulai dialog.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, dalam keterangan kepada media internasional sehari sebelumnya, menilai bahwa mediasi pihak ketiga belum tepat dilakukan pada tahap ini. Menurutnya, pihak Kamboja yang harus mengambil langkah pertama untuk menurunkan ketegangan.
Awal Konflik: Saling Tuduh Sebagai Pemicu Serangan
Konfrontasi terbaru di perbatasan kedua negara meletus kembali pada Minggu (7/12) sore. Thailand dan Kamboja saling menuduh pihak lain sebagai pemicu serangan awal yang menyebabkan jatuhnya korban di kedua sisi.
Dengan situasi yang terus memanas, komunitas internasional khawatir konflik dapat menjalar lebih luas jika tidak segera dikendalikan.
Baca berita lengkap lainnya di: https://JurnalLugas.Com






