Apa Kabar Tarif Listrik 2026? Pemerintah Pastikan 5.700 Desa Terang

JurnalLugas.Com — Pemerintah memastikan stabilitas tarif listrik nasional tetap terjaga sepanjang tahun 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan tarif listrik, khususnya bagi pelanggan nonsubsidi.

Kementerian ESDM telah menetapkan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 periode Januari hingga Maret tetap sama seperti sebelumnya untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

“Harga listrik tidak naik, masih mengikuti tarif yang berlaku saat ini,” ujar Bahlil singkat usai menghadiri agenda retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Terkait wacana pemberian stimulus berupa diskon tarif listrik pada tahun mendatang, Bahlil menyampaikan bahwa hingga kini belum ada pembahasan resmi di internal pemerintah. Menurutnya, fokus pemerintah masih pada menjaga keberlanjutan kebijakan yang ada.

Baca Juga  Harga Token Listrik Terbaru Bikin Kaget! Kini Isi Token PLN Bisa Lewat Aplikasi Lebih Cepat

Ia juga menegaskan bahwa skema subsidi listrik tidak mengalami perubahan. Pemerintah tetap menggunakan pola subsidi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa penyesuaian mekanisme maupun sasaran penerima.

“Belum ada pembahasan dan tidak ada perubahan skema, semuanya masih berjalan seperti sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada tarif, tetapi juga pada pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap desa-desa yang belum teraliri listrik.

Dalam Retret Awal Tahun Kabinet Merah Putih, Menteri ESDM melaporkan masih terdapat sekitar 5.700 desa di Indonesia yang belum menikmati akses listrik. Namun, pada tahun 2025, pemerintah telah berhasil mengaliri sekitar 1.400 desa.

Baca Juga  Daftar Harga Token Listrik Terbaru, Berapa yang Didapat dan Cara Membelinya

“Presiden menaruh perhatian serius pada percepatan elektrifikasi desa, agar seluruh wilayah bisa segera menikmati akses energi,” kata Prasetyo.

Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, meminta agar penyambungan listrik dipercepat sehingga ribuan desa yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati fasilitas dasar tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan tarif listrik yang tetap stabil dan percepatan elektrifikasi nasional, pemerintah berharap sektor energi dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Baca berita dan analisis kebijakan energi nasional lainnya di https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait