Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Kepulauan Talaud, Ini kata BNPB

JurnalLugas.Com — Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kembali berangsur tenang setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada Sabtu malam (10/1/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kondisi di wilayah terdampak saat ini relatif kondusif dan terkendali.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat peristiwa tersebut. Menurutnya, meskipun sebagian warga masih merasakan trauma pascagempa, aktivitas masyarakat perlahan mulai kembali normal.

Bacaan Lainnya

“Secara umum situasi sudah kondusif dan tidak ditemukan korban jiwa. Warga memang sempat panik, namun kini kondisi berangsur stabil,” ujar Abdul dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Baca Juga  Gempa M 7,5 Guncang Aomori Jepang Utara, 23 Orang Terluka dan 90 Ribu Mengungsi

Berdasarkan data terbaru BNPB hingga Minggu (11/1/2026) pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga. Kerusakan material tercatat pada 12 unit rumah warga serta dua fasilitas kesehatan. Seluruh data kerusakan tersebut masih dalam tahap pendataan dan verifikasi oleh tim di lapangan.

Gempa bumi terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 17 kilometer, tepatnya di koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur. Guncangan dilaporkan terasa cukup kuat selama 20 hingga 30 detik di sejumlah kecamatan, di antaranya Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga memicu kepanikan warga yang sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Selain itu, tercatat satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan masyarakat. Abdul juga menambahkan bahwa aliran listrik yang sempat terputus kini telah kembali normal.

Baca Juga  Bukan Gempa Biasa, Laut Maluku Simpan Bahaya “Double Subduction” Jarang Terjadi

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak serius, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. BNPB menekankan pentingnya mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu.

Untuk informasi kebencanaan terbaru dan tepercaya, kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait