Harga Cabai dan Daging Ayam Turun Awal Maret, Pemerintah Happy

Cabai Petani
Foto : Cabai Petani

JurnalLugas.Com – Harga cabai rawit merah dan daging ayam ras mulai menunjukkan tren penurunan secara nasional. Pemerintah memastikan perbaikan pasokan serta penguatan pengawasan distribusi menjadi faktor utama yang mendorong stabilitas dua komoditas strategis tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa koreksi harga terjadi secara konsisten dalam sepekan terakhir.

Bacaan Lainnya

“Syukur, harga cabai rawit merah dan daging ayam mulai bergerak turun. Ini hasil kerja bersama dalam menjaga pasokan dan memperketat pengawasan distribusi,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Harga Cabai Rawit Merah Turun 8,62 Persen

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah mengalami penurunan signifikan.

Pada 23 Februari 2026, harga rata-rata nasional tercatat Rp77.645 per kilogram. Secara bertahap, angka tersebut turun menjadi Rp70.953 per kilogram pada 1 Maret 2026. Artinya, terjadi koreksi sekitar 8,62 persen dalam waktu sepekan.

Amran menilai tren tersebut menunjukkan pergerakan harga yang semakin terkendali menjelang awal Maret. Ia menyebut pola penurunan terjadi secara bertahap dan konsisten.

Tekanan harga yang sebelumnya cukup tinggi kini mulai mereda, terutama setelah distribusi dipastikan lebih lancar dan pengawasan diperketat di sejumlah titik pasar.

Baca Juga  Harga Pangan Turun Cabai Beras dan Bawang Merah Jadi Sorotan

Harga Ayam Ras Relatif Stabil

Sementara itu, harga daging ayam ras cenderung stabil dengan kecenderungan menurun tipis. Pada 23 Februari 2026, harga berada di Rp41.293 per kilogram dan turun menjadi Rp40.767 per kilogram pada 1 Maret 2026.

Secara persentase, terjadi koreksi sekitar 1,27 persen. Meski tidak sebesar cabai, pola ini menunjukkan fluktuasi yang tetap terkendali.

Di sejumlah wilayah seperti Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Jawa Tengah, dan Banten, harga ayam ras berada pada kisaran Rp38.000–Rp40.000 per kilogram atau sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). Bahkan di Riau dan Sulawesi Barat, harga terpantau di bawah HAP, masing-masing di kisaran Rp33.000–Rp35.000 dan Rp37.500 per kilogram.

Pasokan juga dinilai aman baik di pasar tradisional maupun ritel modern, tanpa lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Sidak Pasar dan Pengawasan Diperketat

Penurunan harga cabai juga terlihat dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada 28 Februari 2026 di berbagai daerah.

Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga yang sebelumnya sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram terkoreksi menjadi Rp80.000, lalu kembali turun ke kisaran Rp75.000 per kilogram.

Di Pasar Cikpuan, Riau, harga bahkan berada di bawah HAP, yakni sekitar Rp40.000 per kilogram. Di Gorontalo, harga terpantau sesuai HAP sebesar Rp57.000 per kilogram.

Meski demikian, di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten, harga masih berada di atas HAP, masing-masing sekitar Rp80.000 dan Rp100.000 per kilogram. Namun pemerintah melihat tren penurunan mulai terbentuk seiring distribusi yang semakin lancar.

Baca Juga  Tren Harga Komoditas Pangan Nasional Hari Ini Berfluktuasi

Penguatan pengawasan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk intensifikasi peran Satgas Saber Pelanggaran Pangan. Selain itu, intervensi distribusi dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan kolaborasi dengan petani binaan Kementerian Pertanian.

Amran menegaskan pemerintah akan terus melakukan sidak pasar untuk memastikan tidak ada praktik spekulasi harga.

“Kami ingin harga tetap wajar bagi masyarakat, petani dan peternak tetap memperoleh margin yang sehat, serta distribusi berjalan adil. Negara harus hadir menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.

Optimisme Stabilitas Pangan dan Inflasi Terkendali

Dengan tren penurunan cabai dan stabilnya harga ayam ras, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga. Kondisi ini diharapkan turut membantu pengendalian inflasi pangan menjelang periode konsumsi tinggi.

Perbaikan pasokan, distribusi yang lebih efisien, serta pengawasan ketat menjadi kunci agar harga pangan tidak kembali melonjak tajam di tingkat konsumen.

Baca berita ekonomi dan pangan lainnya di https://jurnallugas.com

(WN)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait