Majid Takht-Ravanchi Balas Negara Dukung Serangan AS Israel, Teheran “Akan Jadi Target Sah Rudal Balistik”

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengeluarkan pernyataan keras terkait potensi keterlibatan negara lain dalam konflik antara Teheran dan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan media internasional pada Jumat (6/3), Takht-Ravanchi menegaskan bahwa setiap negara yang mendukung atau bergabung dengan agresi Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi respons militer Teheran.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Iran tidak akan tinggal diam jika ada negara lain yang membantu Washington atau Israel dalam tindakan yang dianggap sebagai serangan terhadap kedaulatan negaranya.

“Jika ada negara yang bergabung dengan Amerika dan Israel dalam agresi terhadap Iran, maka negara tersebut juga akan menjadi target sah bagi balasan Iran,” ujarnya singkat.

Iran Ingatkan Negara Eropa

Takht-Ravanchi juga mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan pesan diplomatik kepada sejumlah negara Eropa dan pihak internasional lainnya agar berhati-hati dalam mengambil sikap.

Baca Juga  Iran Tantang Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia, IRGC Selat Hormuz Sepenuhnya di Bawah Kendali

Teheran, kata dia, berharap negara-negara tersebut tidak ikut terlibat dalam konflik yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Langkah peringatan ini disebut sebagai upaya Iran untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas sekaligus menjaga stabilitas regional.

Iran Tidak Percaya Pemerintah AS

Dalam kesempatan yang sama, Takht-Ravanchi menegaskan bahwa Iran saat ini tidak berupaya membuka kembali jalur negosiasi dengan Amerika Serikat. Hal tersebut, menurutnya, dilatarbelakangi oleh hilangnya kepercayaan terhadap pemerintahan di Washington.

Ia menilai Amerika Serikat telah merusak proses diplomasi yang sebelumnya sedang berjalan.

“Kami tidak mempercayai Amerika. Pemerintah AS tidak hanya mengkhianati Iran, tetapi juga mengkhianati diplomasi itu sendiri,” tegasnya.

Perundingan Jenewa Disebut Hampir Berhasil

Diplomat senior Iran itu juga menyinggung perundingan yang sebelumnya berlangsung di Jenewa. Ia menyebut proses dialog tersebut sebenarnya menunjukkan perkembangan positif dan membuka peluang penyelesaian masalah secara damai.

Namun, menurutnya, peluang tersebut hilang setelah Amerika Serikat mengubah sikap politiknya secara mendadak.

Baca Juga  AS Tolak Klaim Iran atas Selat Hormuz, Marco Lampaui Hukum Internasional

Takht-Ravanchi menilai perubahan posisi Washington membuat jalur diplomasi yang semula menjanjikan akhirnya terhenti.

“Kami sedang berada dalam proses negosiasi ketika serangan terjadi. Iran hanya membela diri,” katanya menambahkan.

Ketegangan Global Kembali Memanas

Pernyataan keras dari pejabat tinggi Iran ini menambah panjang daftar ketegangan antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami pasang surut.

Para analis menilai, jika negara lain ikut terlibat dalam konflik tersebut, potensi eskalasi militer di kawasan Timur Tengah bisa semakin besar dan berdampak pada stabilitas global, termasuk keamanan energi dunia.

Situasi ini membuat komunitas internasional terus memantau perkembangan hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Baca berita geopolitik internasional lainnya di https://JurnalLugas.com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait