Jepang Incar Teknologi Pertahanan Hipersonik dari Proyek Golden Dome Amerika Serikat

JurnalLugas.Com — Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk bergabung dalam sistem pertahanan rudal berlapis milik Amerika Serikat yang dikenal sebagai Golden Dome. Rencana tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam pertemuan puncak bilateral yang digelar di Washington pada 13 Maret 2026.

Menurut sumber pemerintah Jepang, isu kerja sama sistem pertahanan rudal akan menjadi agenda utama dalam pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam forum itu, Takaichi disebut akan menyampaikan maksud Jepang untuk berpartisipasi dalam proyek pertahanan strategis tersebut.

Bacaan Lainnya

Proyek Pertahanan Berlapis dengan Teknologi Hipersonik

Program Golden Dome merupakan konsep sistem pertahanan rudal canggih yang dipromosikan oleh Donald Trump dan dirancang untuk melindungi wilayah Amerika dari berbagai ancaman rudal modern. Sistem ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2029.

Teknologi yang dikembangkan dalam proyek ini mencakup pencegat berkecepatan tinggi yang mampu melaju lebih dari Mach 5, kendaraan luncur hipersonik atau hypersonic glide vehicle (HGV), serta penggunaan pesawat nirawak untuk memperkuat jaringan pertahanan udara.

Baca Juga  AS Dalang Penjajahan Palestina Kini Trump Dinominasikan Hadiah Nobel Perdamaian

Dengan bergabung dalam proyek tersebut, Jepang berharap dapat mengakses teknologi mutakhir yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pertahanan nasionalnya.

Kerja Sama Pengembangan Rudal Pencegat

Selain partisipasi dalam Golden Dome, Jepang dan Amerika Serikat juga diketahui sedang mengembangkan rudal pencegat generasi baru yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman HGV.

Para pengembang memperkirakan sistem tersebut mampu mencegat kendaraan hipersonik pada fase luncur, sebuah tahap krusial dalam lintasan senjata hipersonik yang selama ini sulit ditangani oleh sistem pertahanan konvensional.

Proyek pengembangan rudal tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2030. Detail pengembangan dan langkah lanjutan kerja sama ini diperkirakan juga akan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan bilateral di Washington.

Jepang Siapkan Jaringan Satelit Militer

Sebagai bagian dari peningkatan kemampuan pertahanan, Jepang juga sedang menyiapkan peluncuran jaringan satelit kecil untuk sistem pengumpulan data intelijen.

Baca Juga  Trump Hentikan Pengawalan Secret Service Kamala Harris Apa Alasannya?

Pemerintah menargetkan jaringan satelit tersebut mulai beroperasi pada akhir Maret 2028. Sementara itu, satelit pertama dalam sistem tersebut dijadwalkan diluncurkan pada April tahun ini.

Keberadaan jaringan satelit ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap ancaman rudal, sekaligus meningkatkan koordinasi pertahanan dengan sekutu strategisnya.

Kunjungan Perdana Takaichi ke Amerika Serikat

Pertemuan puncak Jepang–Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret mendatang juga akan menjadi kunjungan resmi pertama Sanae Takaichi ke Washington sejak menjabat sebagai perdana menteri.

Pertemuan ini dinilai penting dalam memperkuat hubungan keamanan antara kedua negara di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi militer di kawasan Indo-Pasifik.

Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di https://JurnalLugas.com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait