Mojtaba Khamenei Tegas! Iran Desak Negara Teluk Tutup Pangkalan Militer AS

JurnalLugas.Com — Pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran yang baru, Sayyid Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan perdana yang menegaskan arah kebijakan luar negeri Iran, khususnya terkait keberadaan militer asing di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pemerintah Iran pada Kamis waktu setempat, Mojtaba menyerukan negara-negara di kawasan Teluk untuk segera menutup pangkalan militer milik Amerika Serikat.

Pesan tersebut menjadi sinyal awal sikap tegas kepemimpinan baru Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan. Mojtaba menekankan bahwa stabilitas regional tidak akan tercapai selama pangkalan militer asing masih beroperasi di negara-negara sekitar Iran.

Bacaan Lainnya

Dalam pidatonya, Mojtaba menyampaikan bahwa Iran pada dasarnya menginginkan hubungan yang harmonis dengan negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Namun ia menilai keberadaan pangkalan militer AS menjadi faktor utama yang memicu ketegangan serta mengancam kedaulatan negara di kawasan.

“Iran selalu menginginkan persahabatan dengan negara-negara tetangga, tetapi kehadiran pangkalan militer asing justru menjadi penghalang bagi keamanan dan stabilitas kawasan,” ujar Mojtaba dalam pesannya.

Baca Juga  Menlu Iran Peluang Damai dengan AS, Salah Perhitungan Bisa Picu Perang Regional

Seruan Tegas kepada Negara Teluk

Mojtaba secara khusus meminta negara-negara di kawasan Teluk untuk mengambil sikap jelas terhadap keberadaan pangkalan militer AS. Ia menilai fasilitas militer tersebut telah digunakan untuk melakukan tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan Iran serta menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Menurutnya, langkah paling efektif untuk meredakan ketegangan regional adalah dengan menutup pangkalan-pangkalan militer asing secepat mungkin.

Ia juga menegaskan bahwa sasaran strategis Iran bukanlah negara-negara tetangga. Target yang dimaksud, kata Mojtaba, terbatas pada fasilitas militer milik Amerika Serikat serta entitas yang ia sebut sebagai Zionis di kawasan Timur Tengah.

Prioritas Pembalasan atas Korban Sipil

Dalam pesan tersebut, Mojtaba menekankan bahwa salah satu prioritas utama kepemimpinannya adalah memastikan keadilan bagi warga Iran yang menjadi korban dalam berbagai serangan yang dikaitkan dengan AS dan kelompok Zionis.

Ia secara khusus menyinggung tragedi yang terjadi di sekolah putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, yang menurutnya menjadi salah satu alasan kuat bagi Iran untuk menuntut pertanggungjawaban.

“Saya memastikan kepada seluruh rakyat bahwa pembalasan atas darah para syuhada tidak akan pernah dihentikan. Setiap korban yang gugur di tangan musuh akan menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus diselesaikan,” kata Mojtaba.

Baca Juga  201 Tewas, 747 Luka, Serangan AS–Israel ke Iran, IRGC Balas Tembakkan Rudal ke Pangkalan AS

Menurutnya, meskipun beberapa langkah balasan telah dilakukan sebelumnya, proses tersebut belum selesai. Pemerintah Iran, lanjutnya, akan terus mengejar keadilan bagi seluruh korban, terutama anak-anak dan warga sipil yang menjadi korban konflik.

Pesan Awal Arah Kebijakan Iran

Pidato perdana Mojtaba Khamenei ini dipandang sebagai penanda arah kebijakan strategis Iran di bawah kepemimpinan barunya. Sikap tegas terhadap kehadiran militer asing diperkirakan akan menjadi bagian penting dari kebijakan keamanan nasional Iran ke depan.

Para pengamat menilai pernyataan tersebut juga mencerminkan upaya Teheran untuk memperkuat posisi geopolitiknya di kawasan Timur Tengah sekaligus menggalang dukungan dari negara-negara tetangga.

Di tengah meningkatnya dinamika politik dan keamanan regional, pernyataan Mojtaba menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi hubungan Iran dengan negara-negara Teluk serta kekuatan global yang memiliki kepentingan militer di kawasan tersebut.

Baca berita internasional lainnya di https://JurnalLugas.Com.

(TT)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait