Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen, Kapal Tanker Kembali Melintas di Selat Hormuz

JurnalLugas.Com — Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah aktivitas pelayaran kembali normal di kawasan Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan pasar global karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Pada perdagangan terbaru di pasar energi internasional, harga minyak tercatat merosot hingga sekitar 5 persen. Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz dengan relatif aman, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak dunia.

Bacaan Lainnya

Minyak mentah jenis Brent tercatat mengalami penurunan dan diperdagangkan di kisaran USD100 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat juga ikut terkoreksi dan turun ke kisaran USD93 per barel.

Kekhawatiran Pasokan Mulai Mereda

Sebelumnya, pasar minyak sempat mengalami lonjakan harga cukup tajam akibat ketegangan militer di kawasan Teluk yang memicu kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi global. Selat Hormuz menjadi titik perhatian utama karena merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah.

Baca Juga  Iran Tantang AS di Selat Hormuz, IRGC "Kami Tunggu Kapal Perang Anda"

Namun, kembalinya aktivitas kapal tanker di jalur tersebut memberikan sinyal positif bagi pasar energi global. Para pelaku pasar menilai kondisi ini dapat membantu menjaga stabilitas pasokan minyak dalam jangka pendek.

Seorang analis pasar energi menyebut penurunan harga minyak merupakan respons pasar terhadap meredanya ketegangan distribusi energi di jalur pelayaran utama tersebut.

“Pasar bereaksi cepat terhadap kabar bahwa kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz. Hal ini mengurangi kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak global,” ujarnya.

Selat Hormuz Jalur Energi Paling Strategis

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital dalam perdagangan energi dunia. Setiap harinya, sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melewati jalur sempit tersebut sebelum menuju pasar internasional.

Diperkirakan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Karena itu, setiap ketegangan militer atau gangguan keamanan di kawasan ini sering kali langsung memengaruhi pergerakan harga energi global.

Baca Juga  Selat Hormuz Kembali Dibuka, Klaim Trump, Iran, dan Tarik-Menarik Kepentingan Global

Faktor Lain Turut Tekan Harga Minyak

Selain membaiknya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, beberapa faktor lain juga turut menekan harga minyak dunia. Produksi minyak Amerika Serikat yang tetap tinggi serta potensi tambahan pasokan dari sejumlah negara produsen turut meningkatkan ekspektasi pasokan di pasar global.

Di sisi lain, lembaga energi internasional juga memberi sinyal kesiapan untuk menggunakan cadangan minyak strategis jika terjadi gangguan pasokan yang lebih luas. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menstabilkan harga energi global apabila situasi geopolitik kembali memanas.

Meski harga minyak saat ini mengalami koreksi, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Setiap peningkatan ketegangan berpotensi kembali memicu volatilitas harga di pasar energi dunia.

Untuk membaca berita ekonomi, bisnis, dan geopolitik terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

(PW)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait