BGN Klaim Hemat Rp268 Triliun untuk MBG, Puluhan SPPG Disetop

JurnalLugas.Com — Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat langkah efisiensi dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memaksimalkan anggaran sebesar Rp268 triliun. Di tengah tekanan krisis global, lembaga ini memilih menahan penggunaan dana siaga Rp63 triliun dan mengutamakan optimalisasi anggaran utama.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa kondisi global saat ini menuntut setiap lembaga negara lebih cermat dalam mengelola keuangan. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar penghematan, tetapi strategi agar program tetap berjalan efektif.

Bacaan Lainnya

“Situasi global mendorong kami untuk lebih selektif dalam penggunaan anggaran. Yang utama adalah memastikan program tetap berjalan tanpa pemborosan,” ujarnya.

Menurut Dadan, seluruh alokasi Rp268 triliun kini sedang dihitung ulang untuk memastikan penggunaan yang tepat sasaran. Sementara itu, dana cadangan tidak dijadikan prioritas dalam tahap awal perencanaan, sebagai bentuk kehati-hatian fiskal.

Baca Juga  Uang Zakat Dipaksa untuk MBG, Kemenag Jelaskan Ini

Langkah efisiensi juga dilakukan dengan mengurangi kegiatan yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. Fokus BGN saat ini adalah menjaga kualitas pelaksanaan MBG agar tetap optimal di seluruh wilayah.

Namun di lapangan, BGN menemukan sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan program. Sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara karena tidak memenuhi standar menu selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Dadan menjelaskan, penghentian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan agar kualitas layanan tetap terjaga. “Kami tidak ingin ada kompromi terhadap kualitas. Jika tidak sesuai standar, maka harus diperbaiki terlebih dahulu,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak viral dari kasus tersebut di media sosial. Meski jumlahnya kecil dibandingkan total lebih dari 25 ribu SPPG, kasus ini memicu persepsi negatif di masyarakat.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bagaimana “minoritas yang vokal” dapat memengaruhi opini publik secara luas. Padahal, sebagian besar pelaksana program telah bekerja sesuai ketentuan.

Baca Juga  Pemotongan Porsi MBG, BGN Sistem Keuangan Diawasi Ketat, Klaim Tanpa Margin Keuntungan

“Mayoritas SPPG sudah menjalankan tugas dengan baik. Ke depan, kami ingin yang terlihat ke publik adalah kinerja positif tersebut,” tambahnya.

BGN memastikan akan terus memperketat pengawasan serta melakukan evaluasi berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menekan pelanggaran sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Dengan pendekatan efisiensi dan pengawasan ketat, BGN optimistis program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

Baca selengkapnya di: https://jurnallugas.com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait