JurnalLugas.Com — PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali saham (buyback) setelah merealisasikan dana lebih dari Rp1 triliun pada tahap sebelumnya. Kebijakan ini menjadi langkah strategis perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, UNTR menetapkan periode buyback lanjutan berlangsung selama tiga bulan, yakni mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Perseroan menyiapkan anggaran maksimal sebesar Rp2 triliun untuk aksi korporasi tersebut.
Realisasi Tahap Awal Tembus Rp1,1 Triliun
Pada tahap sebelumnya, UNTR telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,1 triliun untuk membeli kembali puluhan juta saham yang beredar di pasar. Aksi ini dinilai cukup agresif dan menunjukkan keseriusan manajemen dalam menjaga kinerja saham di tengah tekanan eksternal.
Manajemen UNTR secara singkat menyampaikan bahwa buyback dilakukan sebagai bentuk respons terhadap fluktuasi pasar yang berpotensi memengaruhi persepsi investor.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pergerakan harga saham agar tetap mencerminkan nilai fundamental perusahaan,” ujar perwakilan manajemen.
Tanpa RUPS, Ikuti Aturan OJK
Aksi buyback UNTR dilakukan tanpa melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini dimungkinkan karena kebijakan tersebut mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan fleksibilitas bagi emiten untuk menjaga stabilitas pasar dalam kondisi tertentu.
Dengan demikian, perusahaan dapat bergerak cepat dalam merespons dinamika pasar tanpa harus menunggu proses persetujuan tambahan.
Dorong Kinerja dan Nilai Pemegang Saham
Selain menjaga harga saham, buyback juga berpotensi meningkatkan indikator kinerja keuangan perusahaan. Salah satunya adalah laba per saham (earning per share/EPS) yang berpotensi naik seiring berkurangnya jumlah saham beredar.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa UNTR memiliki kondisi keuangan yang kuat, termasuk kemampuan kas yang memadai untuk menjalankan aksi korporasi tanpa mengganggu operasional bisnis.
Sinyal Optimisme Jangka Panjang
Sebagai bagian dari grup Astra, UNTR tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek bisnisnya ke depan. Aksi buyback ini tidak hanya bertujuan jangka pendek, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam menciptakan nilai tambah bagi investor.
Di tengah ketidakpastian global, langkah ini mempertegas posisi UNTR sebagai salah satu emiten dengan fundamental solid dan komitmen tinggi terhadap pemegang saham.
Ikuti berita ekonomi, saham, dan investasi terbaru lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com
(ED)






