JurnalLugas.Com — Kenaikan harga pangan kembali menjadi sorotan publik. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah komoditas utama, terutama cabai rawit merah yang kini menyentuh level tinggi.
Berdasarkan pemantauan pada Rabu pagi (8/4/2026), harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp86.150 per kilogram. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menegaskan tekanan pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca dan distribusi.
Di sisi lain, harga protein hewani juga menunjukkan tren naik. Daging ayam ras berada di kisaran Rp42.050 per kilogram, sementara telur ayam ras tercatat Rp32.800 per kilogram. Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Seorang pedagang di pasar tradisional di Medan, Rahmat (45), menyebut kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Pasokan agak tersendat, jadi harga cepat naik. Pembeli juga mulai mengurangi jumlah belanja,” ujarnya singkat.
Tak hanya cabai, komoditas bumbu dapur lainnya juga ikut merangkak naik. Bawang merah berada di harga Rp47.350 per kilogram, sedangkan bawang putih menyentuh Rp40.450 per kilogram. Kenaikan ini mempertegas tekanan biaya memasak di tingkat rumah tangga.
Untuk komoditas beras, harga masih relatif stabil meski berada pada level menengah. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.500 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.550 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I berada di Rp16.050 per kilogram dan medium II Rp15.900 per kilogram.
Adapun beras kualitas premium mencatat harga lebih tinggi, yakni super I Rp17.300 per kilogram dan super II Rp16.850 per kilogram. Stabilitas harga beras ini menjadi sedikit penahan di tengah gejolak komoditas lain.
Komoditas cabai lainnya juga tak luput dari kenaikan. Cabai merah besar berada di Rp45.900 per kilogram, cabai merah keriting Rp45.500 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp53.500 per kilogram.
Untuk daging sapi, harga masih berada di level tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat Rp147.700 per kilogram, sedangkan kualitas II di angka Rp140.050 per kilogram. Tingginya harga ini masih menjadi tantangan bagi daya beli masyarakat.
Sementara itu, kebutuhan pokok lainnya seperti gula dan minyak goreng juga mengalami fluktuasi. Gula pasir premium berada di Rp20.150 per kilogram dan gula lokal Rp19.050 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat Rp19.950 per liter, sedangkan kemasan bermerek berkisar antara Rp22.150 hingga Rp23.100 per liter.
Pengamat ekonomi pangan, Budi Santoso, menilai tekanan harga saat ini dipengaruhi kombinasi faktor cuaca dan distribusi. “Ketika pasokan terganggu, harga langsung merespons. Ini pola klasik yang terus berulang,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau lebih cermat dalam mengatur belanja harian. Pemerintah dan otoritas terkait juga diharapkan memperkuat stabilisasi pasokan agar lonjakan harga tidak berlangsung lama.
Untuk informasi terkini seputar ekonomi dan harga pangan, kunjungi JurnalLugas.Com.
(ED)






