Peluru Nyasar Hantam SMP Gresik, Investigasi Marinir Uji Tembak & Ahli Diterjunkan

JurnalLugas.Com — Penanganan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua pelajar di sebuah SMP Negeri di Gresik terus bergerak ke tahap lebih komprehensif. Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya memastikan proses investigasi tidak hanya bertumpu pada pemeriksaan internal, tetapi juga diperkuat uji teknis, pelibatan ahli independen, serta pendalaman data balistik.

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menegaskan bahwa pendekatan investigasi dilakukan secara berlapis demi menjamin hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut, ratusan item pemeriksaan tengah berjalan, termasuk rencana uji tembak untuk menelusuri kemungkinan lintasan peluru.

Bacaan Lainnya

“Proses pemeriksaan masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan uji tembak untuk memastikan sejauh mana jangkauan peluru tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Surabaya, Minggu (11/4/2026).

Langkah ini, menurutnya, menjadi krusial untuk menjawab dugaan keterkaitan antara aktivitas latihan menembak dengan insiden yang terjadi di lingkungan sekolah yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi latihan.

Baca Juga  Sertu AA Bawa Senjata Api Sesuai SOP Terkait Penembakan di Tol Tangerang-Merak

Fokus pada Korban dan Transparansi

Selain aspek teknis, Pasmar 2 juga menaruh perhatian pada pemulihan korban. Sejak awal kejadian, pihaknya mengklaim telah memberikan dukungan berupa pengobatan, kontrol lanjutan, hingga santunan kepada korban dan keluarga.

Salah satu keluarga korban disebut telah menerima seluruh bentuk bantuan tersebut, sementara komunikasi dengan korban lainnya masih terus diupayakan guna mencapai penyelesaian yang adil.

“Kami memastikan korban mendapatkan perawatan dan pendampingan sejak awal. Komunikasi juga terus dibangun agar penanganan berjalan baik,” kata Oni.

Uji Balistik dan Peran Industri Pertahanan

Untuk memperkuat validitas investigasi, Pasmar 2 menggandeng produsen alat utama sistem persenjataan nasional guna memperoleh data teknis terkait karakteristik peluru. Data ini akan menjadi dasar dalam analisis balistik agar tidak terjadi kesimpulan yang prematur.

“Kami tidak ingin mengambil data secara sembarangan. Semua harus berbasis teknis dan terukur agar hasilnya benar-benar akurat,” tegasnya.

Tak hanya itu, sejumlah ahli juga dilibatkan untuk memberikan pandangan independen terkait aspek keselamatan latihan dan kemungkinan jangkauan proyektil. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga objektivitas sekaligus meningkatkan standar evaluasi internal.

Jalur Hukum Tetap Berjalan

Di sisi lain, proses hukum tetap berlangsung melalui Polisi Militer Angkatan Laut. Pihak Pasmar 2 menyatakan terbuka terhadap langkah hukum yang ditempuh keluarga korban, sekaligus menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan.

Baca Juga  Terungkap Oknum TNI AL Diduga Jadi Pelaku Penembakan Maut di Tol Tangerang-Merak

Insiden ini sendiri terjadi pada Desember 2025, saat dua siswa berinisial DF (14) dan RO (15) tengah mengikuti kegiatan sekolah. Keduanya mengalami luka akibat dugaan peluru nyasar dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di kawasan Sidoarjo.

Peristiwa tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar keamanan latihan militer di sekitar kawasan sipil. Investigasi yang kini berjalan diharapkan mampu memberikan kejelasan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Sebagai bentuk akuntabilitas, hasil akhir penyelidikan dijanjikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Baca selengkapnya di: https://JurnalLugas.Com

(BW)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait