Anggaran Jumbo Rp68,6 Triliun Bulog Klaim Serap Panen Petani Besar-Besaran

JurnalLugas.Com – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional kembali mendapat dorongan besar dari Perum Perum Bulog. BUMN pangan tersebut mengungkap total anggaran penyerapan gabah, jagung pakan, hingga komoditas strategis lainnya mencapai Rp68,6 triliun sebagai bagian dari mandat pemerintah menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa dana jumbo tersebut difokuskan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal tanpa ketergantungan impor. Ia menyebut kebijakan ini menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan harga sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

“Total anggaran serapan gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp68,6 triliun,” ujar Rizal dalam keterangan usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta.

Serapan Beras Capai 48,7 Persen Target Nasional

Dalam laporan terbarunya, Bulog mencatat realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 48,7 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton pada 2026. Secara akumulatif, jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,9 juta ton beras yang berhasil diamankan dari petani hingga pertengahan April.

Baca Juga  Petani Cabai Batu Bara Kecewa Dimana Peran Pemkab Batu Bara?

Capaian ini menjadi indikator bahwa mekanisme penyerapan berjalan agresif seiring kebijakan pemerintah memperkuat stok pangan nasional di tengah dinamika global.

Stok Beras Menyentuh 4,7 Juta Ton

Selain penyerapan, posisi stok beras Bulog juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Saat ini cadangan beras tercatat mencapai 4,727 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

Lonjakan stok ini tidak lepas dari percepatan pembelian gabah petani di berbagai sentra produksi serta optimalisasi distribusi cadangan pangan pemerintah.

Kebijakan Inpres Jadi Dasar Penguatan Serapan

Seluruh langkah tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah 2026–2029.

Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Target serapan tahun 2026 ditingkatkan menjadi 4 juta ton, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta ton.

Serapan Jagung dan Komoditas Strategis Lain

Selain beras, Bulog juga mendapat mandat menyerap 1 juta ton jagung pipil kering dengan harga pembelian Rp5.500 per kilogram. Hingga awal April 2026, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 131.673 ton.

Baca Juga  Presiden Prabowo Terbitkan PP Lindungi Harga Gabah Petani

Jagung yang diserap wajib memenuhi standar kualitas kadar air 18–20 persen sesuai ketentuan pemerintah, guna menjaga mutu cadangan pangan nasional.

Komitmen Stabilitas Pangan Nasional

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bukti keseriusan negara dalam melindungi petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto disebut terus mendorong penguatan kebijakan pangan nasional di tengah tantangan geopolitik global dan perubahan iklim yang memengaruhi produksi pangan dunia.

Dengan dukungan anggaran besar dan kebijakan terintegrasi, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia akan semakin kuat serta mampu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait