Ribuan ASN Resmi Ikuti Pelatihan Komcad, Kemhan Nasionalisme Aparatur Negara

JurnalLugas.Com — Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai menggerakkan program strategis pembentukan komponen cadangan (komcad) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 1.773 ASN resmi memasuki tahap pelatihan dasar militer sebagai bagian dari gelombang pertama pembinaan komcad tahun ini.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan upacara resmi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara berbasis partisipasi warga sipil terlatih.

Bacaan Lainnya

“Kita resmikan pelatihan untuk 1.773 calon komcad dari ASN. Ini merupakan gelombang pertama dari program yang akan berlanjut,” ujar Gabriel dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Seleksi Ketat Sebelum Pelatihan

Sebelum memasuki tahap pendidikan, para ASN telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga uji ideologi dan kesiapan mental sebagai bagian dari penyaringan awal.

Kemhan menekankan bahwa proses ini penting untuk memastikan peserta memiliki integritas serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Seleksi dilakukan menyeluruh, mulai dari fisik hingga ideologi. Ini penting agar peserta benar-benar siap menjalani pelatihan dan peran strategis ke depan,” kata Gabriel singkat.

Pendidikan Militer di Enam Lokasi TNI

Para peserta akan menjalani latihan dasar militer (latsarmil) selama kurang lebih satu setengah bulan di enam fasilitas pendidikan milik TNI. Lokasi tersebut meliputi pusat pendidikan di lingkungan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Materi yang diberikan mencakup kemampuan dasar militer seperti kedisiplinan, baris-berbaris, penggunaan senjata, hingga pembentukan karakter dan penguatan jiwa nasionalisme.

Program ini dirancang tidak hanya untuk membekali kemampuan pertahanan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas ASN sebagai pelayan publik yang memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Pelantikan Dijadwalkan Juni 2026

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta direncanakan akan dilantik secara resmi sebagai komponen cadangan pada Juni 2026. Pelantikan ini sekaligus menjadi penegasan peran baru ASN dalam mendukung pertahanan negara secara nonaktif.

Kemhan berharap, keikutsertaan ASN dalam program komcad dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja birokrasi, terutama dalam hal kedisiplinan, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada negara.

“Harapannya, setelah pelatihan ini, ASN memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam tugasnya,” tutup Gabriel.

Strategi Pertahanan Berbasis Partisipasi

Program komcad sendiri merupakan bagian dari strategi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh elemen bangsa. ASN dinilai memiliki posisi strategis karena berada di lini pelayanan publik dan pemerintahan.

Dengan pelatihan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada militer aktif, tetapi juga didukung oleh warga sipil yang terlatih dan siap jika dibutuhkan.

Baca berita dan analisis lainnya hanya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait