Tabrakan KRL Stasiun Bekasi Timur 5 Korban Terjepit, Basarnas Dikerahkan Tengah Malam

JurnalLugas.Com — Kecelakaan kereta di lintas Bekasi kembali menjadi sorotan publik setelah insiden tabrakan yang melibatkan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan sejumlah korban dilaporkan masih terjepit di dalam gerbong hingga berjam-jam setelah kejadian.

Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bergerak cepat dengan mengerahkan tambahan 14 personel khusus guna mempercepat proses penyelamatan. Langkah ini diambil menyusul kondisi lima korban yang masih terhimpit di bagian rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Humas SAR Jakarta, Ramili Prasetio, menyampaikan bahwa tim tambahan berasal dari unit Basarnas Special Group yang memiliki keahlian dalam operasi penyelamatan berisiko tinggi. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengevakuasi korban yang masih terjebak secepat mungkin.

“Tim tambahan sudah diberangkatkan untuk memperkuat proses evakuasi. Saat ini masih ada lima korban dalam kondisi terhimpit dan upaya penyelamatan terus dilakukan,” ujarnya dalam keterangan singkat pada Selasa dini hari (28/4/2026).

Sebelumnya, dua korban berhasil dievakuasi lebih dulu dari dalam gerbong. Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi oleh tim dokter dan paramedis sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan.

Di lokasi kejadian, suasana evakuasi berlangsung intens dengan dukungan berbagai pihak, termasuk petugas gabungan dan relawan. Peralatan berat serta metode penyelamatan khusus digunakan untuk membuka bagian gerbong yang ringsek akibat benturan keras.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa seluruh upaya difokuskan pada keselamatan penumpang dan awak kereta. Penanganan korban menjadi prioritas utama, bersamaan dengan pengamanan area serta investigasi awal penyebab kecelakaan.

Berdasarkan informasi sementara di lapangan, insiden terjadi ketika KRL Commuter Line tengah berhenti di jalur 1 dengan arah menuju Cikarang. Pada saat bersamaan, kereta jarak jauh dari arah berlawanan dilaporkan memasuki jalur yang sama hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengaturan jalur dan prosedur keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Perkembangan evakuasi terus dipantau, sementara keluarga korban dan masyarakat berharap seluruh korban dapat segera diselamatkan dalam kondisi selamat.

Baca berita selengkapnya di: https://jurnallugas.com

(BW)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait