Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes PKWT, Ratusan Ribu Mendaftar

Kopdes Bukit Tunggal
Kopdes Bukit Tunggal

JurnalLugas.Com — Pemerintah mulai mengakselerasi pembentukan pusat ekonomi baru di desa melalui program rekrutmen besar-besaran manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program yang digagas pemerintah pusat itu disebut menjadi salah satu investasi sumber daya manusia terbesar yang pernah dilakukan untuk penguatan ekonomi desa dan kawasan pesisir di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan perekrutan tersebut bukan sekadar membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi berbasis desa.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, keberadaan manajer koperasi nantinya akan berperan langsung dalam memperkuat distribusi pangan, memperpendek jalur perdagangan, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap praktik tengkulak yang selama ini dinilai merugikan masyarakat.

“Program ini diarahkan untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Anak-anak muda akan menjadi ujung tombak penguatan pangan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pelamar Tembus 639 Ribu Orang

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut tercatat sangat tinggi. Pemerintah membuka sebanyak 30.000 formasi manajer koperasi sejak 15 April 2026 dan langsung diserbu pelamar dari berbagai daerah.

Baca Juga  Dana Desa Dipotong? Pemerintah Kopdes Ubah Strategi Kelola Ekonomi Desa

Data panitia seleksi nasional menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 639.732 orang hingga penutupan registrasi pada 24 April 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 487.819 peserta melengkapi dokumen administrasi, sementara 483.648 orang dinyatakan lolos tahap verifikasi awal.

Besarnya jumlah pelamar dinilai mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap sektor ekonomi desa yang kini mulai dipandang memiliki prospek menjanjikan.

Program ini juga dianggap membuka ruang baru bagi lulusan muda untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan ekonomi lokal tanpa harus bergantung pada pekerjaan di kota besar.

Seleksi Gunakan Sistem CAT di 72 Lokasi

Saat ini proses rekrutmen memasuki tahapan tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026. Seleksi dilakukan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Pemerintah menegaskan proses seleksi dilakukan secara ketat dan diawasi langsung oleh panitia nasional agar tetap objektif, transparan, dan bebas intervensi.

Zulkifli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak tertentu yang menjanjikan kelulusan seleksi dengan imbalan uang.

Ia memastikan seluruh tahapan rekrutmen berlangsung tanpa pungutan biaya serta tidak menyediakan jalur titipan maupun rekomendasi khusus.

Baca Juga  Bimtek Khusus Kopdeskel Merah Putih Segera Digelar Kemendagri Ini Tujuannya

“Tidak ada jalur belakang dalam seleksi ini. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing,” katanya.

Peserta Lolos Akan Jalani Pelatihan Khusus

Setelah tahapan CAT selesai, peserta yang bertahan akan mengikuti tes tambahan berupa pemeriksaan kesehatan dan tes mental ideologi pada akhir Mei 2026.

Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil akhir seleksi pada 7 Juni 2026. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad) serta pembekalan manajerial sesuai bidang kerja masing-masing.

Seluruh manajer koperasi yang diterima akan bekerja di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri dan modern.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait