Pencatatan Tiga Obligasi di Bursa Efek Indonesia pada Pekan Ini Diterbitkan PT OKI Pulp & Paper Mills

JurnalLugas.Com – Pada periode perdagangan 20-22 Mei 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tiga obligasi baru yang diterbitkan oleh PT OKI Pulp & Paper Mills. Ketiga obligasi tersebut adalah:

  1. Obligasi Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap I Tahun 2024: Dicatatkan dengan nilai nominal Rp1,55 triliun.
  2. Obligasi USD Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2024: Dicatatkan dengan nilai nominal USD3,9 juta.
  3. Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2024: Dicatatkan dengan nilai nominal Rp200,48 miliar.

Ketiga obligasi tersebut resmi dicatatkan pada Selasa, 21 Mei 2024. Pemeringkatan untuk ketiga obligasi ini diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan PT Kredit Rating Indonesia dengan peringkat idA+ (Single A Plus) dan idAA- (Double A Minus). PT Bank KB Bukopin Tbk berperan sebagai Wali Amanat untuk penerbitan ini.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) Gaet Investor Singapura Bangun Apartemen Kos Khusus Mahasiswa

Kinerja Obligasi dan Sukuk di BEI 2024
Menurut data yang dirilis oleh BEI, sepanjang tahun 2024, total ada 40 emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat dari 28 emiten dengan total nilai mencapai Rp41,61 triliun. Hingga saat ini, BEI mencatat 555 emisi Obligasi dan Sukuk dari 130 emiten dengan nilai outstanding sebesar Rp463,33 triliun dan USD50,049 juta.

Surat Berharga Negara dan Efek Beragun Aset
Selain Obligasi dan Sukuk, BEI juga mencatat sejumlah Surat Berharga Negara (SBN) dan Efek Beragun Aset (EBA). Terdapat 186 seri SBN dengan total nilai nominal Rp5.983,72 triliun dan USD502,10 juta. Sementara itu, EBA tercatat sebanyak 10 emisi dengan total nilai Rp2,97 triliun.

Baca Juga  xAI Cari Dana Rp81 Triliun di Tengah Konflik Elon Musk vs Donald Trump

Perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Selama pekan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,30%, dari level 7.317,238 pada penutupan pekan sebelumnya menjadi 7.222,382 pada penutupan pekan ini.

Pencatatan obligasi baru ini menunjukkan aktivitas yang dinamis di pasar modal Indonesia, memberikan peluang investasi yang beragam bagi investor dan mendukung pertumbuhan sektor keuangan di tanah air.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait